ASPIRASIKALTIM – Sebanyak 41 Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Utara (Kaltara) resmi mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan III Tahun 2025 yang digelar oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI.
Pelatihan ini diselenggarakan di Auditorium Pusjar-SKPP LAN RI Samarinda, dengan tujuan mencetak pemimpin birokrasi yang adaptif dan Pancasilais.
Para peserta berasal dari berbagai daerah: Kutai Timur (14 orang), Kutai Kartanegara (10), Bulungan (6), Paser (3), Penajam Paser Utara (3), Samarinda (3), dan Berau (2).
Pelatihan ini menjadi ajang penting bagi ASN untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan di tengah dinamika pemerintahan digital.
Selama 14 hari, peserta akan mempelajari strategi kepemimpinan berbasis nilai, inovasi pelayanan publik, dan etika birokrasi.
Narasumber utama, Bupati Kutai Kartanegara dr Aulia Rahman Basri, menekankan pentingnya karakter dan integritas.
“Pemimpin masa depan tidak hanya harus menguasai teknologi, tapi juga memiliki moralitas yang kuat. Pancasila adalah arah yang harus dijaga,” ungkapnya.
LAN RI memandang kegiatan ini sebagai bagian dari regenerasi kepemimpinan nasional.
Melalui program seperti PKA, diharapkan muncul sosok-sosok pemimpin birokrasi baru yang mampu menyeimbangkan antara digitalisasi dan nilai-nilai kebangsaan.
Ke depan, pelatihan ini juga akan menghadirkan tokoh-tokoh daerah seperti Wali Kota Samarinda Andi Harun dan Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, yang dikenal aktif mendorong transformasi digital di pemerintahan daerah.
Dengan tema besar “Sinergi Kebangsaan dan Era Milenial”, peserta PKA Angkatan III diarahkan untuk menciptakan aksi perubahan (innovation project) yang bermanfaat langsung bagi masyarakat.
Harapannya, semangat kolaboratif ini dapat memperkuat ekosistem pemerintahan yang bersih, transparan, dan tangguh menghadapi globalisasi. (adv/prokopimkutim)











