Akses Sulit dan Biaya Tinggi, Disperindag Cari Pola Baru Distribusi Pasar Murah di Kutim

9afa2cc168221109f8aa1dbe8002b224
Admin |

Nov 22, 2025

Enter description text here. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing. Quo incidunt ullamco.

443

ASPIRASIKALTIM.COM — Upaya pemerataan program pasar murah di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) masih berhadapan dengan persoalan klasik: akses jalan dan biaya transportasi yang tinggi.

Di sejumlah kecamatan, medan berat dan jarak tempuh yang jauh membuat distribusi bahan pokok bersubsidi tidak semudah di wilayah perkotaan.

Pengawas Perdagangan Dalam Negeri Ahli Muda Disperindag Kutim, Ahmad Doni Erfiyadi, memaparkan bahwa hampir semua kecamatan telah tersentuh program pasar murah sejak digulirkan pada 2022.

Namun, tiga wilayah masih menjadi pekerjaan rumah, yakni Sandaran, Long Mesangat, dan Busang.

“Tiga kecamatan ini medannya cukup menantang. Jarak jauh, infrastruktur jalan belum sepenuhnya memadai, sehingga distribusi barang membutuhkan biaya dan waktu lebih besar,” ujar Ahmad Doni saat ditemui di kantornya di Sangatta.

Kondisi serupa juga dialami masyarakat pesisir. Untuk mengakses pasar murah yang biasanya digelar di Sangkulirang, warga Sandaran dan Busang harus merogoh kocek hingga sekitar Rp300 ribu untuk transportasi.

“Kalau dibandingkan, ongkos perjalanan hampir sama dengan harga paket sembako yang kami jual. Itu yang sedang kami hitung ulang efektivitasnya,” tambahnya.

Di sisi lain, keberhasilan menjangkau kecamatan Batu Ampar dan Telen menunjukkan adanya progres.

Meski sebelumnya sempat terhambat banjir dan kondisi jalan, Disperindag tetap mengupayakan agar pasar murah dapat terlaksana di dua wilayah tersebut.

Menyikapi berbagai kendala itu, Disperindag Kutim akan memperkuat koordinasi dengan Inspektorat Wilayah (Itwil) dan Bappeda.

Diskusi akan difokuskan pada opsi pemenuhan sarana transportasi dan strategi logistik yang lebih efisien untuk daerah-daerah terpencil.

“Tujuan kami bukan hanya menggugurkan program, tetapi memastikan masyarakat di pelosok benar-benar mendapatkan manfaat.

Dengan perencanaan yang matang, kami berharap ke depan distribusi pasar murah bisa lebih merata dan tepat sasaran,” tegas Ahmad Doni. (adv/prokopimkutim)

Posted in

Berita Lainnya

Baca Juga

Optimalkan Sumber Pajak Daerah, Pemkab Kutim Targetkan Lonjakan PAD

ASPIRASIKALTIM.COM — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menargetkan…

Meriah! Warga Padati Lapangan Desa Dukung Turnamen Olahraga

ASPIRASIKALTIM.COM – Ratusan warga Desa Sekerat tumpah ruah…

Mahyunadi: Aparatur Kutim Harus Jemput Keluhan Warga

ASPIRASIKALTIM.COM, SANGATTA – Suasana siang di Polder…

Opini: Saatnya Baznas Kukar Buka Ruang MoU Dengan LAZISMU, Berapa % Untuk Lazismu?

Teks Foto : M. Ridwan/D’One PDPM Kukar…

Kepala Disdikbud Kukar Buka Suara, Hadirkan Saksi Ahli Ekonomi Pusat

Thauhid Afrilian Noor Kepala Disdikbud Kukar (AK.Com)…

Pos Populer

Pengunjung

Pengunjung Hari Ini: [statistik_kunjungan stat=today_visitors]

Kunjungan Hari Ini:  [statistik_kunjungan stat=today_visits]

Total Pengunjung: [statistik_kunjungan stat=total_visitors]

Total Kunjungan: [statistik_kunjungan stat=total_visits]

Pengunjung Online: [statistik_kunjungan stat=online]