ASPIRASIKALTIM.COM — Pemkab Kutai Timur melaksanakan aksi penanaman 3.500 bibit mangrove di Pantai Marang, Desa Kaliorang, sebagai upaya menjaga ekosistem pesisir sekaligus memperkuat ketahanan wilayah terhadap dampak perubahan iklim.
Kegiatan yang digelar pada akhir pekan ini diinisiasi oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Poniso Suryo Renggono, bersama unsur Forkopimcam, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pariwisata, serta dukungan dari perusahaan swasta yang beroperasi di Kaliorang seperti PT Indexim, PT KPP, dan Kobexindo.
Menurut Poniso, ekosistem mangrove memiliki fungsi strategis dalam mitigasi perubahan iklim karena mampu menyerap karbon hingga lima kali lipat lebih besar dibandingkan hutan daratan.
“Penanaman ini adalah investasi jangka panjang untuk keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Kaliorang Rusnomo menyebut kegiatan ini sejalan dengan visi pembangunan hijau Kutai Timur yang berbasis kelestarian alam.
Ia berharap sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha terus berlanjut agar kawasan pesisir menjadi model pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
Selain aspek ekologis, potensi ekonomi dari kawasan mangrove juga menjadi perhatian. Kepala Desa Kaliorang, Nasrul Afdal Fatwa, menuturkan pihaknya tengah mengembangkan konsep ekowisata mangrove yang bisa menarik wisatawan lokal maupun luar daerah.
“Pantai Marang bukan hanya destinasi, tapi simbol kesadaran baru bagi masyarakat pesisir,” katanya.
Fungsi ekowisata mangrove meliputi ekologis (perlindungan pesisir dari abrasi, habitat keanekaragaman hayati, penahan bencana alam, penyerap karbon), ekonomis (penciptaan lapangan kerja dan pendapatan bagi masyarakat lokal melalui penyediaan jasa wisata, kuliner, dan kerajinan), dan sosial-edukatif (peningkatan kesadaran masyarakat dan pengunjung tentang pentingnya konservasi dan ekosistem mangrove).
Ekowisata ini dirancang untuk membangun keseimbangan antara pemanfaatan alam untuk pariwisata dan konservasi lingkungan.
Dengan kolaborasi lintas sektor, Pantai Marang diharapkan tumbuh sebagai kawasan yang tidak hanya hijau dan indah, tetapi juga produktif secara ekonomi.
Pemerintah berencana menjadikan kegiatan serupa sebagai agenda tahunan dalam program Kutim Hijau. (ADV)











