ASPIRASIKALTIM.COM – Kepemimpinan Kapolres Kutai Timur (Kutim) AKBP Fauzan Arianto menegaskan arah baru dalam pelayanan publik Polri.
Melalui Commander’s Wish, Fauzan menekankan bahwa kepolisian harus hadir sebagai pelindung, pengayom, sekaligus mitra masyarakat, bukan sekadar aparat penegak hukum.
Pelayanan pagi, yang dilakukan dari pukul 07.00 hingga 07.45 WITA, menjadi implementasi konkret dari visi tersebut.
“Setiap pagi masyarakat berangkat kerja dan sekolah, mereka butuh rasa aman. Di situlah polisi harus hadir,” katanya.
Ratusan personel dikerahkan di berbagai titik strategis di Sangatta dan sekitarnya, termasuk jalur menuju kawasan pemerintahan dan area padat sekolah.
Dalam apel pagi di halaman Polres Kutim, Fauzan menyampaikan pesan penting kepada jajarannya agar meningkatkan pelayanan publik, terutama di sektor lalu lintas.
Ia menilai disiplin dan kesigapan anggota di lapangan mencerminkan citra Polri di mata masyarakat.
Fauzan menjelaskan, Commander’s Wish adalah bentuk strategi kepemimpinan berbasis pelayanan.
Konsep ini mengutamakan pendekatan empatik dan keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga ketertiban lalu lintas.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak menggunakan telepon genggam saat berkendara, selalu menggunakan helm berstandar SNI, serta mematuhi rambu lalu lintas.
“Disiplin kecil bisa menyelamatkan nyawa,” tegasnya.
Program ini juga sejalan dengan arahan Kapolda Kaltim dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang menekankan pentingnya pelayanan humanis dan inovatif dalam tubuh Polri.
Dengan semangat itu, Polres Kutim berkomitmen membangun sinergi dengan masyarakat agar budaya tertib lalu lintas tumbuh dari kesadaran, bukan paksaan.
“Polri akan terus berbenah dan hadir di tengah masyarakat. Karena tugas kami bukan hanya menjaga hukum, tapi juga menjaga kehidupan,” pungkas Kapolres. (adv/prokopimkutim)











