ASPIRASIKALTIM.COM – Perhatian terhadap optimalisasi dana bagi hasil (DBH) di daerah tambang kini menjadi isu strategis nasional.
Salah satu kepala daerah yang diminta berbicara mengenai hal ini adalah Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman, yang mendapat undangan resmi dari PERHAPI (Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia) untuk menjadi narasumber utama dalam forum nasional.
Forum ini mengangkat tema “Optimalisasi dan Peran Dana Bagi Hasil dalam Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat di Daerah Penghasil Sumber Daya Mineral dan Batubara” yang dinilai relevan dengan pengalaman Kutim sebagai salah satu daerah penghasil batubara terbesar di Indonesia.
Ketua PERHAPI Kutim, Zulfikar Rahman Sagala, menilai Kutim berhasil memanfaatkan DBH sebagai instrumen penting dalam memperkuat pembangunan daerah.
“Kutim punya pendekatan unik. Mereka tidak hanya fokus pada pendapatan, tapi juga keberlanjutan,” ujarnya.
Zulfikar juga menyampaikan bahwa forum ini akan menjadi ruang untuk memperkenalkan standar ESG (Environmental, Social, and Governance) yang kini menjadi tolok ukur global dalam sektor pertambangan.
Selain forum utama, Kutim juga akan menjadi tuan rumah FGD Nasional tentang Standarisasi ESG Batubara yang dijadwalkan bersamaan dengan HUT PERHAPI dan Hari Pertambangan Nasional.
Dalam audiensi bersama pengurus PERHAPI Kutim, Bupati Ardiansyah menyatakan kesiapannya mengikuti kegiatan tersebut. Namun ia menambahkan, jadwal pemerintah daerah cukup padat dengan kegiatan nasional lainnya.
“Kami juga akan mengikuti kegiatan Lemhannas dan memperingati Hari Pahlawan pada 10 November,” tuturnya.
Undangan dari PERHAPI menjadi bentuk pengakuan terhadap kemampuan Kutim dalam mengelola keuangan daerah berbasis sumber daya alam.
Forum ini diharapkan menghasilkan rekomendasi strategis agar DBH benar-benar memberi manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat di daerah penghasil tambang. (adv/prokopimkutim)











