ASPIRASIKALTIM.COM – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menegaskan komitmennya membangun infrastruktur air bersih modern di wilayah pesisir.
Melalui SPAM Regional Indominco, dana lebih dari Rp365 miliar disiapkan untuk memperluas jaringan distribusi air bersih ke enam desa di Kecamatan Teluk Pandan.
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemprov Kaltim, PT Indominco Mandiri, Pemkab Kutim, dan Pemkot Bontang, dengan pembagian tanggung jawab pembangunan yang terukur.
Proyek besar ini meliputi unit air baku dan transmisi senilai Rp200 miliar, serta unit produksi dan distribusi sebesar Rp140 miliar.
Direktur Utama Perumdam TTB Kutim, Suparjan, menyebut proyek tersebut akan menjadi investasi jangka panjang bagi daerah.
“SPAM Indominco akan mendorong aktivitas ekonomi baru di Teluk Pandan. Akses air yang stabil menjadi modal penting bagi pertanian, perikanan, hingga sektor pariwisata,” jelasnya.
Dalam tahap awal, Pemkab Kutim menganggarkan Rp25 miliar untuk pembangunan offtaker dan jaringan pipa distribusi, ditambah Rp3,4 miliar untuk pipa tersier di Dusun Sidrap.
Pembangunan fisik akan dimulai setelah review Detail Engineering Design (DED) rampung pada 2025.
Dengan kapasitas 249 liter per detik, SPAM ini akan melayani lebih dari 4.000 sambungan rumah di enam desa.
Peningkatan layanan air bersih diharapkan turut menekan biaya hidup masyarakat yang selama ini harus membeli air dari pemasok swasta dengan harga mahal.
Selain manfaat sosial, kehadiran SPAM juga diproyeksikan membuka peluang usaha baru berbasis air bersih, seperti usaha minuman, laundry, dan pertanian hidroponik.
“Kalau air bersih lancar, ekonomi rakyat ikut tumbuh,” ujar Camat Teluk Pandan, Rizal Hamzah.
Dengan sinergi lintas sektor dan dukungan investasi besar, SPAM Regional Indominco tak hanya menjadi proyek infrastruktur, tetapi motor pertumbuhan ekonomi pesisir Kutim dalam lima tahun ke depan. (adv/prokopimkutim)











