ASPIRASIKALTIM.COM — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus berinovasi dalam peningkatan kesejahteraan dan ketahanan pangan.
Salah satu langkah strategisnya adalah peluncuran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai berjalan di SMAN 2 Sangatta Utara.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan, program MBG tidak hanya sekadar memberi makanan gratis kepada pelajar, tetapi juga membangun ekosistem pangan berkelanjutan dengan menggandeng petani, peternak, dan UMKM lokal.
“Seluruh bahan baku diusahakan berasal dari produksi masyarakat Kutim agar perputaran ekonomi terjadi di dalam daerah,” ungkapnya saat meninjau dapur MBG di SPPG Swarga Bara.
Tahap awal program melibatkan 2.274 penerima manfaat dari delapan satuan pendidikan. Sementara di SMAN 2 Sangatta Utara sendiri terdapat 814 siswa yang mendapatkan manfaat langsung.
Menurut Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kutim, Shinta, dapur MBG Swarga Bara baru satu dari 42 titik dapur yang akan dibentuk.
Radius layanan maksimal ditetapkan 6 kilometer agar distribusi makanan tetap segar dan tepat waktu.
Ardiansyah menekankan pentingnya higienitas dapur.
“Sterilisasi area pengolahan makanan harus ketat. Gizi anak-anak harus dijaga, tapi kebersihan lebih penting,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa menu akan diatur setiap 10 hari agar variasi tetap menarik bagi siswa.
Program MBG juga menjadi momentum memperkuat kesadaran gizi masyarakat.
Dengan makanan bergizi, diharapkan kemampuan kognitif siswa meningkat sehingga mendukung pencapaian pendidikan di Kutim.
Salah satu penerima manfaat, Maulana, menyebut dirinya kini lebih semangat belajar.
“Sekarang makanannya sehat, rasanya juga enak. Kami merasa diperhatikan,” katanya. Melalui MBG, Pemkab Kutim menunjukkan komitmen kuat dalam membangun sumber daya manusia berkualitas sekaligus memperkuat kemandirian pangan di daerah kaya sumber daya ini. (adv/prokopimkutim)











