Bangun Ketahanan Pangan Melalui MBG, Bupati Kutim Dorong Kolaborasi Lokal

9afa2cc168221109f8aa1dbe8002b224
Admin |

Nov 13, 2025

Enter description text here. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing. Quo incidunt ullamco.

250

ASPIRASIKALTIM.COM — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus berinovasi dalam peningkatan kesejahteraan dan ketahanan pangan.

Salah satu langkah strategisnya adalah peluncuran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai berjalan di SMAN 2 Sangatta Utara.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan, program MBG tidak hanya sekadar memberi makanan gratis kepada pelajar, tetapi juga membangun ekosistem pangan berkelanjutan dengan menggandeng petani, peternak, dan UMKM lokal.

“Seluruh bahan baku diusahakan berasal dari produksi masyarakat Kutim agar perputaran ekonomi terjadi di dalam daerah,” ungkapnya saat meninjau dapur MBG di SPPG Swarga Bara.

Tahap awal program melibatkan 2.274 penerima manfaat dari delapan satuan pendidikan. Sementara di SMAN 2 Sangatta Utara sendiri terdapat 814 siswa yang mendapatkan manfaat langsung.

Menurut Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kutim, Shinta, dapur MBG Swarga Bara baru satu dari 42 titik dapur yang akan dibentuk.

Radius layanan maksimal ditetapkan 6 kilometer agar distribusi makanan tetap segar dan tepat waktu.
Ardiansyah menekankan pentingnya higienitas dapur.

“Sterilisasi area pengolahan makanan harus ketat. Gizi anak-anak harus dijaga, tapi kebersihan lebih penting,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa menu akan diatur setiap 10 hari agar variasi tetap menarik bagi siswa.

Program MBG juga menjadi momentum memperkuat kesadaran gizi masyarakat.

Dengan makanan bergizi, diharapkan kemampuan kognitif siswa meningkat sehingga mendukung pencapaian pendidikan di Kutim.

Salah satu penerima manfaat, Maulana, menyebut dirinya kini lebih semangat belajar.

“Sekarang makanannya sehat, rasanya juga enak. Kami merasa diperhatikan,” katanya. Melalui MBG, Pemkab Kutim menunjukkan komitmen kuat dalam membangun sumber daya manusia berkualitas sekaligus memperkuat kemandirian pangan di daerah kaya sumber daya ini. (adv/prokopimkutim)

Posted in

Berita Lainnya

Baca Juga

Naturalisasi adalah Proses Hukum WNA Menjadi WNI, Pahami Prosedur dan Jenisnya

Naturalisasi adalah proses hukum yang memungkinkan warga asing…

Seratus UPS Didorong Jadi Tulang Punggung Pengelolaan Sampah Terpadu di Kutim

ASPIRASIKALTIM.COM – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim)…

Pasca Pelecehan, Dewan Minta Disdikbud Samarinda Evaluasi

Teks foto : Anggota DPRD Samarinda, Sani…

Pemkot Diminta Menangani Masalah LPJU Di Daerah Palaran

Teks foto : Ketua Komisi I DPRD…

Srikandi Jadi Andalan, Dispusip Kutim Dorong Perangkat Daerah Melek Arsip Digital

ASPIRASIKALTIM.COM – Pemanfaatan aplikasi Srikandi sebagai instrumen kearsipan…

Pos Populer

Pengunjung

Pengunjung Hari Ini: [statistik_kunjungan stat=today_visitors]

Kunjungan Hari Ini:  [statistik_kunjungan stat=today_visits]

Total Pengunjung: [statistik_kunjungan stat=total_visitors]

Total Kunjungan: [statistik_kunjungan stat=total_visits]

Pengunjung Online: [statistik_kunjungan stat=online]