ASPIRASIKALTIM.COM – Bupati Kutai Timur, H Ardiansyah Sulaiman, mengapresiasi langkah Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kutim yang menyalurkan santunan pendidikan senilai Rp1 miliar bagi anak yatim piatu.
Menurutnya, kebijakan ini adalah bentuk nyata kehadiran pemerintah dan lembaga keagamaan dalam menjawab tantangan sosial di daerah.
“Ini bukan hanya bantuan finansial, tetapi simbol kasih sayang dan kepedulian terhadap masa depan anak-anak kita,” ujarnya di Masjid Agung Al-Faruq Sangatta.
Bantuan diberikan kepada 707 penerima dari 14 kecamatan. Mereka berasal dari keluarga tidak mampu, mayoritas siswa sekolah dasar.
BAZNAS juga tengah menuntaskan verifikasi data di empat kecamatan lain agar seluruh wilayah Kutim terlayani.
Ketua BAZNAS Kutim, KH Masnip Sofwan, menambahkan bahwa program ini dirancang sebagai bagian dari gerakan “Kutim Peduli Pendidikan.”
“Target kami 1.000 anak. Jika realisasi melampaui angka itu, kami tetap akan memproses karena tujuan utama kami adalah memastikan hak pendidikan anak yatim terpenuhi,” jelasnya.
Ardiansyah berharap sinergi semacam ini bisa menjadi contoh bagi lembaga lain untuk ikut berkontribusi dalam pemberdayaan sosial.
“Dengan kolaborasi antara pemerintah, lembaga zakat, dan masyarakat, kita bisa membangun Kutim yang lebih sejahtera,” tuturnya.
Penyaluran dana tersebut juga bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, yang mengajarkan nilai kasih sayang terhadap sesama.
Di tengah suasana religius itu, wajah-wajah ceria anak-anak penerima bantuan menjadi simbol harapan baru bagi Kutim.
Program ini menegaskan peran strategis BAZNAS dalam mengelola zakat agar tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi berdampak jangka panjang bagi pendidikan dan kesejahteraan sosial. (adv/prokopimkutim)











