ASPIRASIKALTIM.COM – Bupati Kutai Timur (Kutim) H Ardiansyah Sulaiman menyoroti pentingnya akurasi data kependudukan sebagai prasyarat utama bagi keberhasilan pemilu mendatang.
Dalam kegiatan kajian teknis yang digelar Pemkab Kutim bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan akademisi, ia menegaskan bahwa demokrasi tidak akan kuat tanpa basis data yang valid.
“Investasi yang terus meningkat membawa banyak tenaga kerja dan pendatang baru. Jika data kependudukan tidak diperbarui, maka representasi politik bisa terganggu. Ini bukan hanya soal jumlah pemilih, tetapi soal keadilan politik agar demokrasi berjalan baik dan lancer,” ujar Ardiansyah.
Bupati Kutim meminta Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) memastikan pembaruan data secara rutin, terutama menjelang tahapan pemilu.
Menurutnya, keberhasilan pemilu bukan hanya tanggung jawab penyelenggara seperti KPU, tetapi juga pemerintah daerah dan masyarakat.
Ketua KPU Kutim Siti Akhlis Muafin menyebutkan, kajian teknis menjadi wadah koordinasi dan evaluasi bersama.
“Kami ingin menjawab tantangan teknis di lapangan dengan data yang akurat dan dukungan lintas sektor. Pemilu bukan hanya urusan administratif, tapi juga moralitas publik,” ungkapnya.
Sementara dari kalangan akademisi, Zulkifli Abdullah dari Universitas Mulawarman menilai, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab sosial dalam memperkuat kualitas demokrasi.
“Kami membantu dengan riset dan rekomendasi berbasis data agar penyelenggaraan pemilu di Kutim semakin transparan dan efisien,” katanya.
Langkah kolaboratif ini diharapkan mampu melahirkan sistem demokrasi lokal yang lebih inklusif, adaptif, dan tahan terhadap dinamika sosial ekonomi yang tengah berkembang di Kutai Timur. (adv/prokopimkutim)











