Damkarmat Kutim Andalkan Skema Wilayah Manajemen Kebakaran

9afa2cc168221109f8aa1dbe8002b224
Admin |

Nov 16, 2025

Enter description text here. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing. Quo incidunt ullamco.

398

ASPIRASIKALTIM.COM – Layanan pemadam kebakaran di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) masih menghadapi tantangan besar. Dari 18 kecamatan yang terbentang dari pesisir hingga pedalaman, baru separuhnya yang memiliki pos pemadam kebakaran.

Kondisi ini membuat Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kutim harus memutar otak agar seluruh wilayah tetap terlayani.

Plt Kepala Bidang Pencegahan Damkarmat Kutim, Adriansyah, menjelaskan bahwa pihaknya menggunakan konsep Wilayah Manajemen Kebakaran (WMK) sebagai dasar pengaturan jangkauan layanan. Setiap pos memiliki radius efektif sekitar tujuh kilometer.

“Di luar radius itu, secara teknis masuk kategori belum terlindungi. Inilah yang menjadi pekerjaan rumah kami,” katanya.

Sebagai respon, Damkarmat tidak hanya menunggu penambahan pos baru, tetapi memperkuat jejaring penanggulangan di tingkat akar rumput.

Skema relawan desa dikembangkan dengan dua kelompok utama, yakni Redcar untuk relawan laki-laki dan Dasawisma bagi perempuan. Keduanya dibekali materi kedaruratan kebakaran rumah tangga, termasuk simulasi langsung.

Menurut Adriansyah, tujuan utama pembentukan relawan adalah memperpendek waktu respon. “Dalam kebakaran, menit pertama sangat krusial. Kalau warga sudah terlatih, potensi kerugian dapat ditekan,” ujarnya.

Sinergi juga dibangun dengan unsur relawan dari berbagai instansi: Manggala Agni di sektor kehutanan, Masyarakat Peduli Api (MPA) yang dikoordinasikan BPBD, serta Tagana dari Dinas Sosial.

Kolaborasi ini membuat operasi di lapangan lebih terkoordinasi, baik di permukiman maupun area rawan kebakaran lahan.

Dukungan perusahaan melalui CSR turut didorong, khususnya di kecamatan dengan aktivitas industri tinggi seperti Bengalon.

Beberapa perusahaan telah menyediakan unit rescue dan bantuan teknis, menjadi perpanjangan tangan Damkarmat di lapangan.

Di sisi lain, pencegahan terus digalakkan. Damkarmat rutin menggelar sosialisasi kepada sekitar 50 kepala keluarga per kegiatan, serta edukasi dini untuk murid TK mengenai cara memadamkan api kecil dan bahaya penggunaan colokan listrik berlapis. (adv/prokopimkutim)

Posted in

Berita Lainnya

Baca Juga

DPRD Samarinda Nilai Ketimpangan Distribusi Gas Subsidi Rugikan Rakyat Kecil

ASPIRASIKALTIM.COM – Anggota Komisi I DPRD Kota…

Andriansyah: Krisis Sampah Bukan Soal Sarana, Tapi Soal Kesadaran Kita Semua

ASPIRASIKALTIM.COM – Di balik kampanye pengurangan sampah…

Wabup Kutim: Investasi Harus Sejalan dengan Kesejahteraan Warga

ASPIRASIKALTIM.COM – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim)…

Kaltim Siap Jadi Pemain Bursa Karbon

ASPIRASIKALTIM.COM – Potensi Kalimantan Timur dalam perdagangan karbon…

DPRD Samarinda Dorong Ruang Aman dan Produktif Bagi Generasi Muda

ASPIRASIKALTIM.COM – DPRD Kota Samarinda menegaskan komitmennya…

Pos Populer

Pengunjung

Pengunjung Hari Ini: [statistik_kunjungan stat=today_visitors]

Kunjungan Hari Ini:  [statistik_kunjungan stat=today_visits]

Total Pengunjung: [statistik_kunjungan stat=total_visitors]

Total Kunjungan: [statistik_kunjungan stat=total_visits]

Pengunjung Online: [statistik_kunjungan stat=online]