ASPIRASIKALTIM.COM, MUARA WAHAU – Upaya pemulihan pascabencana di Desa Wanasari, Kecamatan Muara Wahau, Kutai Timur, mulai berjalan. Setelah kebakaran pada 21 September 2025 menghanguskan dua rumah barakan dan memaksa lima kepala keluarga dengan total 19 jiwa kehilangan tempat tinggal, bantuan kini mengalir dari Pemerintah Kabupaten Kutim dan Baznas Kutim.
Kepala Dinas Sosial Kutim Ernata Hadi Sujito memaparkan, pihaknya menyalurkan 19 paket bantuan logistik. Setiap paket berisi kebutuhan pokok seperti beras, mie instan, minyak goreng, gula pasir, sarung, dan selimut. Bantuan ini merupakan bentuk respon cepat pemerintah daerah terhadap warga yang terdampak bencana sosial.
Tak hanya logistik, dukungan juga datang dalam bentuk bantuan tunai. Baznas Kutim, melalui program penanganan musibah, memberikan bantuan Rp10 juta untuk tiap pemilik rumah yang terbakar dan Rp5 juta bagi penyewa atau penghuni kontrakan per kepala keluarga. Skema tersebut diharapkan menjadi modal awal bagi korban untuk kembali membangun kehidupan.
Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman. Didampingi Ketua Baznas Kutim Masnif Safwan dan Ernata Hadi Sujito, Ardiansyah menegaskan bahwa pemerintah tidak tinggal diam ketika warganya tertimpa musibah.
“Bantuan ini mungkin belum sepenuhnya mengganti kerugian, tetapi kami berharap bisa meringankan dan memberi dorongan bagi para korban untuk bangkit,” ujar Ardiansyah. Ia juga mengingatkan pentingnya mitigasi, mulai dari pengecekan instalasi listrik hingga penataan lingkungan agar risiko kebakaran bisa diminimalkan.
Di tengah reruntuhan barakan yang terbakar, kehadiran pemerintah dan lembaga zakat menjadi penguat mental bagi warga. Kolaborasi Pemkab Kutim, Dinsos, dan Baznas menunjukkan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya bertumpu pada bantuan materi, tetapi juga pada rasa kebersamaan dan solidaritas sosial.
Dengan dukungan itu, warga Wanasari diharapkan dapat segera menata ulang kehidupan, sembari memperkuat kewaspadaan terhadap potensi bencana yang sewaktu-waktu bisa mengancam. (adv/prokopimkutim)











