Dari Musala Kayu di Kaliorang, Lahir Komitmen Lindungi Tenaga Keagamaan

9afa2cc168221109f8aa1dbe8002b224
Admin |

Nov 20, 2025

Enter description text here. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing. Quo incidunt ullamco.

036

ASPIRASIKALTIM.COM – Di pelosok Kaliorang, Kutai Timur (Kutim), ada sekelompok anak-anak yang tetap semangat belajar Al-Qur’an, meskipun hanya di sebuah musala berlantaikan tanah dan beratapkan seng. Musala Al-Aqsa, tempat mereka menimba ilmu agama dengan diampu oleh tiga ustazah yang mengajar tanpa bayaran.

Kehadiran mereka menjadi simbol dari pendidikan nonformal yang tumbuh dari bawah, namun sering kali terabaikan.

Kesadaran akan pentingnya dukungan terhadap fasilitas pendidikan nonformal muncul ketika Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, secara tak terduga singgah ke musala tersebut saat perjalanan dari lokasi wisata Air Terjun Tangga Bidadari.

“Kita tidak bisa hanya fokus pada pembangunan fisik. Pendidikan moral dan spiritual juga harus dijaga, terutama di daerah-daerah yang tak tersentuh fasilitas memadai,” ujar Mahyunadi.

Sebagai wujud tanggung jawab sosial pemerintah, Mahyunadi memerintahkan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kutim, Roma Malau, untuk memberikan insentif Rp1,5 juta per bulan bagi para ustazah pengajar.

Mereka juga akan dijamin oleh BPJS Ketenagakerjaan, sebagai bagian dari program perlindungan bagi pekerja informal di sektor keagamaan.

Menurut Roma, banyak tenaga keagamaan yang mengabdi di daerah terpencil tanpa perlindungan hukum atau jaminan sosial. Padahal, secara ekonomi, mereka sangat rentan.

Program ini diharapkan bisa mengangkat kesejahteraan mereka, sekaligus memperkuat fungsi sosial dari lembaga pendidikan nonformal seperti musala dan TPQ.

Secara ekonomi, insentif ini bukan hanya membantu kebutuhan dasar para pengajar, tapi juga menciptakan ekosistem sosial yang lebih berkeadilan.

Masyarakat desa, terutama anak-anak, tetap bisa mendapatkan pendidikan agama yang layak, tanpa bergantung pada institusi pendidikan agama di kota besar.

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menegaskan bahwa pendidikan nonformal adalah bagian dari pembangunan manusia yang menyeluruh, dan harus mendapat porsi perhatian yang sama seperti sektor lain. (adv/prokopimkutim)

Posted in

Berita Lainnya

Baca Juga

Apel dan Halal Bihalal Warnai Hari Pertama Kerja ASN Kukar Usai Idul Fitri

Teks Foto : Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono,…

UMKM Tumbuh, Pemkab Kutim Jamin Jaring Pengaman Sosial Pekerja Rentan

ASPIRASIKALTIM.COM – Pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah…

Sektor Parkir Terus Didorong Guna Tingkatkan PAD

Teks foto : Ilustrasi pengelolaan parkir di…

Pemkab Kukar Akan Menggelar MTQ Tingkat Kabupaten, Berikut Respon Keterangan Sekda

Sekda Kukar Sunggono saat mengikuti rapat bersama…

Desa Teluk Dalam Fokus Tekan Stunting dan Dorong UMKM, Siapkan Lapak Penjualan Baru

ASPIRASIKALTIM.COM – Pemerintah Desa (Pemdes) Teluk Dalam,…

Pos Populer

Pengunjung

Pengunjung Hari Ini: [statistik_kunjungan stat=today_visitors]

Kunjungan Hari Ini:  [statistik_kunjungan stat=today_visits]

Total Pengunjung: [statistik_kunjungan stat=total_visitors]

Total Kunjungan: [statistik_kunjungan stat=total_visits]

Pengunjung Online: [statistik_kunjungan stat=online]