Didorong Masuk APBD, Jembatan Ring Road 2 Simbol Pembangunan Sangatta

9afa2cc168221109f8aa1dbe8002b224
Admin |

Nov 5, 2025

Enter description text here. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing. Quo incidunt ullamco.

376

ASPIRASIKALTIM.COM – Upaya Pemkab Kutai Timur dalam memperkuat infrastruktur perkotaan kembali terlihat dari rencana pembangunan Jembatan Ring Road 2.

Proyek penghubung jalur lingkar di Sangatta ini diklaim bukan hanya soal konektivitas, tetapi juga simbol kesinambungan pembangunan infrastruktur di daerah tersebut.

Jembatan Ring Road 2 direncanakan berada di sisi barat, menyambungkan kawasan Jalan KH Abdullah dan Sangatta lama dengan Jalan AW Syahranie.

Selama ini, perlintasan kendaraan di titik tersebut masih mengandalkan jembatan bailey yang bersifat sementara.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Kutim, Joni Abdi Setia, mengungkapkan bahwa pembangunan jembatan permanen di jalur itu sudah lama menjadi perhatian.

Namun, keterbatasan anggaran daerah membuat rencana tersebut tertunda dan baru kembali digagas melalui RKPD 2026.

“Direncanakan tahun depan, tahun anggaran 2026,” kata Joni saat ditemui di kantornya.

Menurut Joni, tahapan penyusunan RKPD masih berlangsung. Meski demikian, pihaknya sudah mengajukan proyek ini sebagai prioritas infrastruktur.

Dinas PUPR juga mendorong agar kebutuhan anggarannya dapat dipertimbangkan dalam pembahasan APBD, selama sejalan dengan kemampuan keuangan daerah.

“RKPD masih dibahas. Tapi sudah kita usulkan supaya bisa masuk (APBD 2025). Semua tetap tergantung kondisi keuangan kita. Kalau memungkinkan, tentu lebih baik,” jelasnya.

Ia menilai, keberadaan jalur lingkar tambahan akan membantu mengurai kepadatan lalu lintas di beberapa ruas utama Sangatta yang semakin sibuk seiring tumbuhnya aktivitas ekonomi dan industri tambang.

Pengguna jalan akan mempunyai pilihan baru untuk menghindari kemacetan sekaligus mempercepat waktu tempuh.

Nilai pekerjaan pembangunan Jembatan Ring Road 2 diperkirakan tak jauh berbeda dengan jembatan yang sebelumnya dibangun di titik berdekatan dan sudah diresmikan Bupati Kutim.

Konsepnya pun mirip, baik dari sisi desain maupun teknis pelaksanaan, hanya lokasi yang berbeda.

Joni memastikan, seluruh proses pengadaan akan ditempuh melalui lelang terbuka.

“Semua kegiatan wajib melalui mekanisme lelang. Tidak bisa penunjukan langsung,” tegasnya.

Dukungan serupa datang dari DPRD Kutim yang memahami pentingnya infrastruktur jembatan sebagai penopang mobilitas warga dan distribusi barang.

Jika anggaran telah disetujui, Dinas PUPR mengaku siap mempercepat pelaksanaan proyek, menjadikan Jembatan Ring Road 2 sebagai bagian dari wajah baru Sangatta yang lebih efisien dan terhubung. (adv/prokopimkutim)

Posted in

Berita Lainnya

Baca Juga

Wabup Kutim Tekankan Pembangunan SDM Berbasis Al-Qur’an

ASPIRASIKALTIM.COM – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di…

Desa Kota Bangun 2 Fokus Kembangkan UMKM dan Hortikultura di Tahun 2025

ASPIRASIKALTIM.COM – Pemerintah Desa Kota Bangun 2,…

Partisipasi Masyarakat Kutim dalam Revolusi Pengelolaan Sampah

ASPIRASIKALTIM.COM– Kabupaten Kutai Timur (Kutim) membuktikan bahwa…

Naturalisasi adalah Proses Hukum WNA Menjadi WNI, Pahami Prosedur dan Jenisnya

Naturalisasi adalah proses hukum yang memungkinkan warga asing…

Kesbangpol Kukar Hadiri Musda VI PKS Ingatkan Tantangan Politik ke Depan

ASPIRASIKALTIM.COM – Kepala Kesbangpol Linmas Kutai Kartanegara…

Pos Populer

Pengunjung

Pengunjung Hari Ini: [statistik_kunjungan stat=today_visitors]

Kunjungan Hari Ini:  [statistik_kunjungan stat=today_visits]

Total Pengunjung: [statistik_kunjungan stat=total_visitors]

Total Kunjungan: [statistik_kunjungan stat=total_visits]

Pengunjung Online: [statistik_kunjungan stat=online]