ASPIRASIKALTIM.COM – Konsistensi menjadi kunci keberhasilan program Beasiswa Kutim Cerdas, kerja sama Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dan PT Kaltim Prima Coal (KPC).
Sejak dimulai pada tahun 2000, program ini telah memberikan manfaat bagi lebih dari 4.298 mahasiswa di seluruh Indonesia.
Tahun 2025, sebanyak 113 mahasiswa kembali menerima beasiswa dengan total pendaftar mencapai 553 orang. Dari jumlah itu, 85 penerima berada di jenjang diploma dan sarjana, 25 mahasiswa S2, serta 3 mahasiswa doktoral (S3).
Program yang berlandaskan semangat Etam Berdaya, Kutim Berkarya ini menjadi salah satu contoh kolaborasi pendidikan yang berkelanjutan di daerah penghasil tambang terbesar di Tanah Air.
Dalam penyerahan simbolis yang dihadiri Bupati Ardiansyah Sulaiman dan GM ESD PT KPC Wawan Setiawan, keduanya sepakat bahwa investasi sumber daya manusia harus menjadi prioritas.
“Kutim tidak boleh hanya kaya sumber daya alam, tapi juga harus kaya sumber daya manusia,” ujar Ardiansyah.
Sementara itu, Wawan Setiawan menegaskan bahwa KPC berkomitmen mendukung peningkatan kualitas pendidikan masyarakat Kutim.
“Kami ingin program ini terus berlanjut, bukan sekadar kegiatan CSR, tapi investasi sosial jangka panjang,” katanya.
Beasiswa ini bukan hanya membantu biaya kuliah, tetapi juga menjadi pintu untuk menumbuhkan semangat pengabdian.
Ikhsan Setianata, penerima beasiswa dari Fakultas Hukum Universitas Mulawarman, menyebut program ini sebagai “motivasi moral” bagi mahasiswa Kutim untuk terus berprestasi.
Menurut Febriana Kurniasari dari Komite Beasiswa, penerapan kriteria ketat seperti IPK minimal 3,00 dan seleksi esai motivasi menjadi standar agar penerima benar-benar layak.
Keberhasilan Beasiswa Kutim Cerdas membuktikan bahwa komitmen jangka panjang dan sinergi multipihak mampu menciptakan dampak sosial nyata di bidang pendidikan. (adv/prokopimkutim)











