ASPIRASIKALTIM.COM, KUTAI TIMUR — Desa Muara Bengalon, Kutai Timur, kembali mencuri perhatian lewat Festival Tanjung Bahari 2025. Gelaran ini tidak hanya menjadi wadah kreativitas warga, tetapi juga promosi potensi wisata kuliner dan budaya pesisir Bengalon.
Diikuti oleh 12 RT, festival yang digelar di halaman Kantor Desa Muara Bengalon itu menampilkan berbagai produk khas daerah, seperti hasil laut, olahan ikan, dan kerajinan tangan. Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman hadir langsung membuka acara dan meninjau sejumlah stan.
“Festival Tanjung Bahari harus menjadi etalase potensi desa. Ini bisa menarik wisatawan lokal maupun luar daerah untuk datang ke Bengalon,” ujar Ardiansyah.
Selain stan UMKM, pengunjung juga disuguhkan lomba kuliner, pentas tari daerah, dan pertunjukan musik rakyat. Aroma makanan laut yang menggoda membuat banyak pengunjung datang kembali untuk mencicipi menu khas desa.
Menurut Kepala Desa Muara Bengalon, festival ini menjadi langkah awal untuk memperkenalkan kekayaan lokal ke tingkat yang lebih luas. “Kami berencana menjadikan kegiatan ini sebagai destinasi wisata tahunan, sekaligus mendukung ekonomi kreatif masyarakat,” ungkapnya.
Partisipasi warga sangat tinggi, terutama para ibu rumah tangga yang kreatif dalam mengolah hasil laut menjadi produk bernilai jual tinggi. Salah satunya Jumiati, yang menawarkan olahan ikan kering dan sambal udang khas Bengalon. “Kami berharap produk kami bisa dikenal lebih luas,” katanya.
Festival yang berlangsung hingga 27 September ini menjadi contoh nyata sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam membangun potensi wisata berbasis kearifan lokal. (adv/prokopimkutim)











