ASPIRASIKALTIM.COM — Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutai Timur (Kutim), beberapa hari lalu menjadi arena diskusi intens tentang masa depan layanan digital daerah.
Pemerintah Kabupaten Kutim bersama tim ahli FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menggelar Focus Group Discussion (FGD) pendahuluan untuk memulai penyusunan Masterplan Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).
FGD tersebut dibuka Wakil Bupati Kutim Mahyunadi yang hadir mewakili Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman. Forum dihadiri unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, camat, hingga perwakilan perusahaan penyedia infrastruktur telekomunikasi seperti PLN, Telkom, Telkomsel dan Indosat.
Dalam forum itu, Kepala Diskominfo Staper Kutim, Ronny Bonar, memaparkan bahwa masterplan akan menjadi dokumen jangka panjang yang memandu pembangunan infrastruktur TIK secara terpadu, efisien, dan berkelanjutan.
Dokumen ini disusun dengan pendekatan ilmiah berbasis data sehingga mampu menjawab tantangan digitalisasi daerah yang kian kompleks.
“Masterplan bukan hanya rencana, tetapi pedoman untuk memastikan kebijakan digital Kutim benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat dan memperkuat pelayanan publik,” jelas Ronny.
Ia menambahkan, penguatan sistem data, keamanan informasi dan tata kelola layanan digital terintegrasi menjadi fokus penting dalam rancangan masterplan.
Harapannya, digitalisasi pemerintahan dapat mendukung terwujudnya prinsip good governance: transparan, akuntabel dan berorientasi pelayanan.
Wabup Mahyunadi menggarisbawahi pentingnya forum seperti FGD dilakukan lebih awal agar hasilnya dapat diintegrasikan dalam siklus perencanaan pembangunan tahun berikutnya.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, akademisi dan pelaku industri telekomunikasi adalah kombinasi ideal untuk membawa Kutim menuju era pemerintahan berbasis digital yang efektif. (adv/prokopimkutim)











