FPK Kutim Tegaskan Peran sebagai Jembatan Harmoni di Tengah Masyarakat Majemuk

9afa2cc168221109f8aa1dbe8002b224
Admin |

Nov 22, 2025

Enter description text here. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing. Quo incidunt ullamco.

322

ASPIRASIKALTIM.COM, KALIORANG – Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kutai Timur meneguhkan kembali perannya sebagai jembatan harmoni di daerah multikultural melalui Dialog Kebangsaan yang digelar di sebuah kafe di Kecamatan Kaliorang. Kegiatan bertema “Merawat Kebhinekaan, Memperkuat Persatuan untuk Kutim” itu mempertemukan berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh paguyuban, pemerintah, hingga perwakilan perusahaan.

Ketua FPK Kutim H Abdul Kader menyebut, FPK tidak boleh berhenti sebagai lembaga formal yang hanya sibuk dengan agenda seremonial. Lebih dari itu, FPK harus menjadi ruang perjumpaan bagi warga dari latar belakang berbeda agar bisa saling memahami.

“Negara Indonesia ini tidak dibangun oleh satu suku atau agama, tetapi oleh seluruh elemen bangsa dari Sabang sampai Merauke,” ujarnya.

Dialog kebangsaan tersebut diinisiasi FPK Kutim dengan menggandeng Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman. Ardiansyah hadir sekaligus membuka diskusi yang dibingkai dalam suasana hangat di kafe setempat. Menurutnya, kebhinekaan merupakan bagian tak terpisahkan dari identitas Indonesia, termasuk Kutim sebagai daerah tujuan berbagai kelompok pendatang.

Dialog ini juga menghadirkan narasumber dari dua paguyuban besar, yaitu Gergorius H Gewar dari Forsolid NTT Kutim dan Asbudi dari Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kutim. Mereka mengulas pentingnya dialog sebagai instrumen merawat rasa kebangsaan, khususnya di wilayah seperti Kaliorang dan Kaubun yang diwarnai beragam latar belakang etnis.

Kegiatan turut dihadiri perwakilan Badan Kesbangpol Kutim Hapiah, Camat Kaliorang Rusnomo, Camat Kaubun Saprani, unsur Forkopimcam, kepala desa, perwakilan perusahaan, serta jajaran paguyuban. Kehadiran mereka menjadi simbol bahwa persatuan tidak hanya menjadi slogan, tetapi diupayakan secara nyata melalui forum-forum dialogis.

FPK Kutim berharap agenda serupa dapat digelar secara berkelanjutan di kecamatan lain. Penguatan toleransi dan penghormatan terhadap perbedaan dianggap sebagai fondasi penting dalam menjaga keutuhan bangsa, khususnya di Bumi Etam yang menjadi rumah bagi banyak suku di Indonesia. (adv/prokopimkutim)

Posted in

Berita Lainnya

Baca Juga

Bahasa Indonesia Didorong Jadi Jembatan Budaya di Kobexindo Cement

ASPIRASIKALTIM.COM – Di tengah meningkatnya investasi asing di…

Siti Robiah: Guru PAUD Adalah Arsitek Generasi Emas Kutim

ASPIRASIKALTIM.COM — “Guru PAUD bukan hanya pendidik, tapi…

Persiapan Rembug Utama dan Expo KTNA Nasional di Kukar Capai 85 Persen

UP : Kamis (18/9/2025). ASPIRASIKALTIM.COM – Persiapan…

Pos Populer

Pengunjung

Pengunjung Hari Ini: [statistik_kunjungan stat=today_visitors]

Kunjungan Hari Ini:  [statistik_kunjungan stat=today_visits]

Total Pengunjung: [statistik_kunjungan stat=total_visitors]

Total Kunjungan: [statistik_kunjungan stat=total_visits]

Pengunjung Online: [statistik_kunjungan stat=online]