ASPIRASKALTIM.COM– Suasana riuh terdengar dari dapur SPPG Dayung di Jalan Dayung, Teluk Lingga, Sangatta Utara. Sejak pagi, para petugas sibuk menyiapkan ribuan porsi makanan bergizi untuk anak-anak sekolah.
Bukan sekadar dapur biasa, tempat ini menjadi simbol kolaborasi untuk mencetak generasi sehat di Kutai Timur.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi Badan Gizi Nasional (BGN) dan didukung penuh oleh Pemkab Kutim kini menyentuh 2.596 siswa.
Di balik keberhasilannya, ada kerja keras tim dapur yang menjaga agar setiap makanan aman dikonsumsi.
Bupati Ardiansyah Sulaiman menegaskan, makanan sehat bukan hanya kebutuhan fisik, tapi juga fondasi prestasi akademik.
“Anak yang cukup gizi akan lebih fokus belajar. Itulah kenapa program ini menjadi prioritas kami,” ujarnya.
Kepala SPPG Dayung, Gebryani Rante Lembang, menuturkan bahwa setiap tahap produksi menerapkan prinsip kebersihan tinggi.
Dapur selalu steril, bahan makanan diseleksi ketat, dan pengiriman dilakukan tepat waktu agar makanan tiba dalam kondisi hangat.
Pihak sekolah pun mendukung penuh. Yetti Arika Desiviana, Kepala SMPN 01 Sangatta Utara, mengatakan,
“Kami menugaskan PIC untuk memastikan distribusi berjalan lancar. Anak-anak merasa dihargai dan diperhatikan.”
Hasilnya terasa nyata. Banyak siswa mengaku kini lebih semangat mengikuti pelajaran. Salah satunya Rini, siswa kelas sembilan, yang tersenyum ketika ditanya soal program ini.
“Makanannya enak dan bikin kenyang. Sekolah jadi menyenangkan,” katanya.
Program MBG di Kutim menjadi bukti nyata bagaimana kebijakan yang tepat sasaran mampu membawa perubahan sosial.
Tak hanya menyehatkan, tetapi juga membangun budaya disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian antarwarga sekolah.
Dengan SPPG Dayung sebagai pionir, Kutai Timur menegaskan langkahnya menuju kabupaten yang tidak hanya kaya sumber daya alam, tetapi juga kaya sumber daya manusia yang sehat dan cerdas. (adv/prokopimkutim)











