Jalan Baru, Harapan Baru: Warga Sandaran Tak Lagi Bergantung Laut

9afa2cc168221109f8aa1dbe8002b224
Admin |

Nov 2, 2025

Enter description text here. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing. Quo incidunt ullamco.

011

ASPIRASIKALTIM.COM — Warga Kecamatan Sandaran, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), akhirnya bisa melihat titik terang.

Jika selama ini warga masyarakat hidup dalam keterisolasian yang mereka hadapi selama bertahun-tahun, tahun 2025 Pemerintah Kabupaten Kutim merencanakan pembangunan jalan sepanjang 17,47 kilometer yang akan menghubungkan Desa Manubar, Sandaran, hingga Tanjung Mangkalihat.

Selama ini, mayoritas mobilitas warga di Kecamatan Sandaran sangat bergantung pada jalur laut sebagai satu-satunya akses utama untuk bepergian maupun mengangkut barang. Namun, pilihan ini bukan tanpa kendala.

Jalur laut membutuhkan biaya operasional yang tinggi dan sangat bergantung pada kondisi cuaca yang kerap tidak menentu.

Dalam banyak kasus, gelombang besar dan angin kencang membuat aktivitas pengangkutan tertunda atau bahkan terhenti total.

Hal ini berdampak langsung pada aktivitas ekonomi masyarakat, terutama dalam distribusi hasil perikanan, pertanian, dan produk hutan non-kayu seperti rotan.

Komoditas-komoditas tersebut memiliki nilai jual tinggi di luar daerah, namun terhambat untuk dipasarkan secara luas karena sulitnya akses dan tingginya ongkos distribusi.

Akibatnya, daya saing produk lokal dari Sandaran pun menurun di pasar luar, dan masyarakat hanya bisa menjual dalam skala terbatas di tingkat lokal. Ketergantungan ini membuat pertumbuhan ekonomi berjalan lambat dan tidak optimal.

“Pembangunan jalan ini bukan hanya membuka akses, tapi membuka masa depan ekonomi daerah,” ujar Bupati Ardiansyah Sulaiman saat memimpin rapat fasilitasi pembangunan.

Untuk itu, pemerintah juga berharap keterlibatan sektor swasta untuk mendukung pembiayaan dan percepatan pembangunan.

Ardiansyah menegaskan pentingnya kolaborasi agar hasilnya bisa dirasakan langsung oleh warga. Tanpa sinergi multi pihak, jalan terjal Pembangunan infrastruktur akan menjadi penggerak utama transformasi ekonomi kawasan pesisir. (adv/prokopimkutim)

Posted in

Berita Lainnya

Baca Juga

Gotong Royong Desa dan Teknologi Digital, Strategi Kutim Perangi Stunting

ASPIRASIKALTIM.COM — Kutai Timur (Kutim) kembali menunjukkan keseriusannya…

WiFi Gratis dan Air Siap Minum, RSUD Kudungga Peduli Kenyamanan Pasien

ASPIRASIKALTIM.COM, SANGATTA – Bagi banyak keluarga pasien,…

Naturalisasi adalah Proses Hukum WNA Menjadi WNI, Pahami Prosedur dan Jenisnya

Naturalisasi adalah proses hukum yang memungkinkan warga asing…

Tingkatkan Profesionalisme Pengajar, Disdikbud Kukar Gelar MGMP Guru PPKn Tingkat SMP

MGMP PPKn (AK.Com) ASPIRASIKALTIM.COM, Kukar – Dinas…

Selama 10 Tahun Berjalan, BUMDes Margahayu Sumbang 15 Juta Pertahun Untuk PADes

Kepala Desa Margahayu Kecamatan Loa Kulu Kabupaten…

Pos Populer

Pengunjung

Pengunjung Hari Ini: [statistik_kunjungan stat=today_visitors]

Kunjungan Hari Ini:  [statistik_kunjungan stat=today_visits]

Total Pengunjung: [statistik_kunjungan stat=total_visitors]

Total Kunjungan: [statistik_kunjungan stat=total_visits]

Pengunjung Online: [statistik_kunjungan stat=online]