ASPIRASIKALTIM.COM – Potensi Kalimantan Timur dalam perdagangan karbon semakin terbuka lebar.
Melalui Rakor dan Coaching Clinic Pasar Modal dan Bursa Karbon bagi TPAKD se-Kaltim, pemerintah daerah berupaya memperkuat sinergi dalam mengelola peluang ekonomi hijau.
Kegiatan yang digelar di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kaltim ini dihadiri oleh seluruh perwakilan kabupaten/kota, termasuk Kutai Timur.
Forum tersebut dibuka oleh Asisten II Setprov Kaltim, Ujang Rachmad, mewakili Sekdaprov Kaltim.
Dalam arahannya, Ujang menegaskan pentingnya TPAKD sebagai ujung tombak penggerak literasi dan inklusi keuangan di daerah.
“Bursa karbon bukan hanya isu lingkungan, tapi juga peluang ekonomi baru bagi daerah. Dengan pemahaman yang tepat, kita bisa mengubah potensi alam menjadi nilai ekonomi yang nyata,” ujarnya.
Menurut Ujang, kolaborasi lintas sektor sangat penting agar delapan area intervensi Monitoring Controlling Surveillance for Prevention (MCSP) dapat berjalan efektif, termasuk penyusunan strategi pembiayaan hijau.
Dari Kutim, Asisten Ekobang Setkab Kutim, Noviari Noor, menilai forum ini sebagai langkah penting untuk membuka wawasan daerah dalam mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan.
“Kutim siap beradaptasi dengan dinamika ekonomi hijau dan memanfaatkan peluang bursa karbon untuk memperkuat pendapatan daerah,” tegasnya.
Kutim sebagai wilayah dengan hutan luas dan potensi perkebunan yang tinggi dinilai memiliki peluang besar dalam perdagangan karbon.
Pemanfaatan mekanisme ini bisa menjadi instrumen pembiayaan alternatif yang mendukung pembangunan daerah tanpa merusak lingkungan.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah edukasi bagi perangkat daerah mengenai pasar modal, Securities Crowdfunding, dan literasi investasi.
Diharapkan, dari forum ini akan muncul lebih banyak pelaku usaha lokal yang berani melantai di bursa dan memanfaatkan pendanaan nonkonvensional.
Dengan semangat kolaboratif, TPAKD Kaltim berupaya agar provinsi ini tak hanya menjadi penonton, tetapi pemain aktif dalam transformasi ekonomi hijau nasional. (adv/prokopimkutim)











