Kejar Target Zero HIV/AIDS, Pemkab Kutim Tertibkan Lokasi Rawan

9afa2cc168221109f8aa1dbe8002b224
Admin |

Nov 19, 2025

Enter description text here. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing. Quo incidunt ullamco.

358a

ASPIRASIKALTIM.COM, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) mengintensifkan kerja sama dengan Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) untuk menekan penyebaran HIV/AIDS. Salah satu fokus utama adalah penertiban lokasi yang diduga menjadi titik prostitusi terselubung, khususnya warung remang-remang dan tempat karaoke yang disalahgunakan.

Wakil Bupati Kutim H Mahyunadi menuturkan, komitmen ini lahir dari hasil pemantauan langsung di beberapa kecamatan. Dari lapangan, masih ditemukan indikasi aktivitas prostitusi yang beroperasi secara diam-diam dan menyasar berbagai kalangan.

“Kalau kita tidak cegah penularannya sejak sekarang, ini akan berdampak pada generasi yang akan datang. Praktik seperti ini juga merusak tatanan sosial,” kata Mahyunadi.

Usai menghadiri audiensi bersama jajaran KPAD Kutim di Rumah Makan Pak Ndut, Sangatta, Mahyunadi menegaskan bahwa Pemkab tidak akan ragu memberikan sanksi tegas kepada pelaku usaha yang menyalahgunakan izin tempat hiburan.

Ia menjelaskan, penanganan HIV/AIDS tidak bisa hanya mengandalkan kampanye di permukaan. Dibutuhkan langkah konkret, mulai dari pembinaan hingga operasi penertiban di titik-titik rawan.

“Kami sudah sudah turun ke lapangan. Warung remang-remang itu masih ada. Dulu pernah ditertibkan pada masa Pak Isran Noor. Sekarang muncul lagi dengan pola baru. Ini yang menjadi perhatian kami,” ucapnya.

Di sisi lain, Mahyunadi menggarisbawahi peran strategis KPAD Kutim. Dengan sumber daya yang terbatas, lembaga tersebut disebut mampu menjalankan program edukasi, pemeriksaan dini, serta pemetaan kasus secara cukup komprehensif.

“KPAD sudah memetakan sekitar 90 persen kasus. Banyak yang penyebarannya tersembunyi, sehingga pendekatan personal menjadi kunci. Petugas kami pun dijaga kerahasiaannya, karena menyangkut privasi,” jelasnya.

Mahyunadi berharap, konsistensi program pencegahan disertai penegakan aturan di lapangan dapat membawa Kutim mendekati target zero HIV/AIDS, seiring laju pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah yang terus meningkat.  (adv/prokopimkutim)

Berita Lainnya

Baca Juga

Koordinator Google Certified Trainer (GCT) Suwito, Manfaatkan Chromebook Semaksimal Mungkin

Co-Capten Belajar Id Google Certified Trainer (GCT)…

Disdikbud Kukar Tegaskan Penutupan Expo Beda dengan Prosesi Sakral Erau

Up : Minggu (28/9/2025). ASPIRASIKALTIM.COM – Kepala…

Brigjen TNI Dendi Suryadi, S.H.,M.H (AK.Com)

KKB dan HIPMI Kaltim Gelar Talk Show Bersama Brigjen TNI Dendi Suryadi

Brigjen TNI Dendi Suryadi, S.H.,M.H Pada Saat…

DPRD Samarinda Lakukan Pengkajian Perda Tentang Nikah Siri

Teks foto : Anggota DPRD Samarinda, Ismail…

Produk Lokal Samboja Barat Tembus Etalase IKN, Pemerintah Dorong UMKM Masuk Pasar Nasional

ASPIRASIKALTIM.COM – Kecamatan Samboja Barat, Kabupaten Kutai…

Pos Populer

Pengunjung

Pengunjung Hari Ini: [statistik_kunjungan stat=today_visitors]

Kunjungan Hari Ini:  [statistik_kunjungan stat=today_visits]

Total Pengunjung: [statistik_kunjungan stat=total_visitors]

Total Kunjungan: [statistik_kunjungan stat=total_visits]

Pengunjung Online: [statistik_kunjungan stat=online]