ASPIRASIKALTIM.COM — Konsep gaya hidup keluarga yang cinta lingkungan belakangan ini ramai jadi tren. Di Kutai Timur (Kutim), hal ini menjadi perhatian serius Persekutuan Wanita Gereja Toraja (PWGT) Jemaat Rama yang menggelar pembinaan minim sampah (zero waste) untuk keluarga di Sekretariat IKAT (Ikatan Keluarga Toraja) Kutim di Sangatta.
Lewat kegiatan ini, mereka mengajak para ibu rumah tangga dan jemaat untuk menerapkan gaya hidup ramah lingkungan yang dimulai dari rumah sendiri.
Zero waste adalah konsep gaya hidup atau sistem pengelolaan yang bertujuan meminimalkan produksi sampah hingga mendekati nol dengan mendesain ulang siklus hidup sumber daya agar dapat digunakan kembali, didaur ulang, atau dikembalikan ke alam tanpa mencemari.
Prinsip utamanya adalah 5R: Refuse (menolak), Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali), Recycle (mendaur ulang), dan Rot (mengompos).
Dalam kegiatan yang diikuti 45 peserta tersebut, Bindan Yuliana Kala’ Lembang memaparkan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari praktik iman.
“Kita tidak bisa mengaku mengasihi Tuhan jika kita abai terhadap ciptaan-Nya,” tutur Yuliana yang juga pengurus PWGT Klasis Kutim.
Acara dirancang tak sekadar sebagai sesi penyuluhan, tetapi juga sebagai ruang refleksi spiritual dan sosial, bagaimana iman diwujudkan melalui tindakan nyata menjaga kelestarian ciptaan Tuhan.
Ketua PWGT Jemaat Rama, Maya Pakambanan, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan wadah saling menopang antarperempuan Toraja di perantauan.
“Kami ingin ibu-ibu memiliki bekal spiritual dan pengetahuan yang bisa diterapkan di rumah,” jelasnya.
Dengan semangat kebersamaan, kegiatan PWGT ini memperlihatkan bahwa keluarga tangguh lahir dari hal sederhana yaitu kesadaran menjaga bumi bersama. (adv/prokopimkutim)











