ASPIRASIKALTIM.COM – Langkah besar diambil Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) bersama Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura dalam memperkuat fondasi sosial budaya daerah.
Penobatan H Kasmo Pital sebagai Ketua Pemangku Adat Kutai Kutim oleh Sri Sultan H Adji Mohammad Arifin menjadi simbol kolaborasi antara adat dan pemerintahan modern.
Upacara megah itu digelar di Kedaton Kutai, disaksikan langsung oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri, serta pejabat tinggi daerah dan tokoh adat.
Nuansa sakral terasa sejak awal prosesi ketika tarian Topeng Panji ditampilkan, menggambarkan keseimbangan dan kebijaksanaan.
Menurut Ketua Majelis Tata Nilai Adat Kutim Idrus Yunus, proses pemilihan pemangku adat dilakukan secara ketat melalui tahapan seleksi dan wawancara.
“Kami ingin pemangku adat yang bukan hanya paham tradisi, tapi juga mampu bersinergi dengan pemerintah daerah,” ujarnya.
Sri Sultan dalam sabdanya menekankan, pemangku adat tidak hanya menjaga nilai-nilai lama, tetapi juga beradaptasi dengan perkembangan zaman.
“Adat bukan penghalang kemajuan, melainkan penuntun agar pembangunan memiliki arah moral,” demikian pesan Sultan.
Bupati Ardiansyah menegaskan, pemerintah daerah akan terus melibatkan pemangku adat dalam proses pembangunan sosial dan kebudayaan.
“Peran mereka penting sebagai penyeimbang. Tradisi dan adat adalah jati diri Kutai Timur,” tuturnya.
H Kasmo Pital kemudian membacakan Sumpah Tanah Kutai dan menandatangani naskah sumpah di hadapan Sultan dan pejabat daerah.
Dengan demikian, ia resmi mengemban amanah sebagai penjaga nilai adat, pelestari budaya, sekaligus mitra pemerintah.
Penobatan ini menandai era baru kerja sama antara Kesultanan dan Pemkab Kutim.
Di tengah derasnya arus modernisasi, langkah ini menjadi bukti nyata bahwa pembangunan tanpa akar budaya hanya akan kehilangan jiwanya. (adv/prokopimkutim)











