Kinerja Penurunan Stunting Kutim Mantap Berkat Strategi Terpadu

9afa2cc168221109f8aa1dbe8002b224
Admin |

Nov 5, 2025

Enter description text here. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing. Quo incidunt ullamco.

074

ASPIRASIKALTIM.COM – Kinerja pembangunan sumber daya manusia di Kutai Timur (Kutim) menunjukkan tren positif. Berdasarkan laporan SKI (Survei Kesehatan Indonesia) dan SGGI (Survei Status Gizi Indonesia) 2024 dari Kementerian Kesehatan, prevalensi stunting di Kutim turun tajam menjadi 20,6 persen.

Angka ini menandai penurunan 8,4 persen dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 29 persen. Penurunan tersebut berimplikasi pada perbaikan peringkat Kutim di tingkat provinsi Kalimantan Timur, dari urutan ke-10 menjadi ke-7.

Sekretaris Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Kutim, Achmad Junaidi B, menyebutkan hasil itu tak lepas dari penguatan tata kelola dan sistem pemantauan.

“SPIP menjadi fondasi utama. Pendampingan dari BPKP membantu kami memastikan setiap program berjalan akuntabel dan tepat sasaran,” ujar Junaidi yang juga menjabat Kepala Dinas PPKB Kutim.

SPIP adalah Sistem Pengendalian Intern Pemerintah yang dikeluarkan oleh BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan).

Menurutnya, kebijakan lintas sektor turut memperkuat implementasi. TPPS menggandeng berbagai perangkat daerah serta organisasi mitra dalam program peningkatan gizi dan kesehatan keluarga.

Jumlah keluarga risiko stunting (KRS) juga berkurang signifikan. Data SIGA Elsimil BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) juga memperlihatkan penurunan dari 19.900 di 2023 menjadi 11.973 di akhir 2024.

Artinya, 7.927 keluarga berhasil keluar dari kategori risiko dalam waktu kurang dari dua tahun.

Langkah-langkah seperti pemberian makanan tambahan, pelatihan kader posyandu, hingga pemantauan tumbuh kembang anak menjadi instrumen penting.

“Kita tak bisa bicara pembangunan tanpa generasi sehat,” kata Junaidi.

Ia berharap pola kerja kolaboratif ini menjadi model keberhasilan bagi daerah lain di Kaltim.

“Kami ingin Kutai Timur menjadi contoh praktik baik menuju target nasional penurunan stunting 14 persen pada 2025,” pungkasnya. (adv/prokopimkutim)

Posted in

Berita Lainnya

Baca Juga

Disdikbud Kukar Tekankan Pentingnya Perhatian bagi Siswa Berkebutuhan Khusus

ASPIRASIKALTIM.COM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud)…

Apel dan Halal Bihalal Warnai Hari Pertama Kerja ASN Kukar Usai Idul Fitri

Teks Foto : Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono,…

Takjil War Perdana di Tenggarong, Antusiasme Masyarakat Luar Biasa

Teks Foto : Wakil Bupati Kutai Kartanegara,…

DPRD Samarinda Dorong Penertiban Pom Mini Ilegal Demi Keselamatan Warga

ASPIRASIKALTIM.COM – DPRD Kota Samarinda menegaskan bahwa…

Pos Populer

Pengunjung

Pengunjung Hari Ini: [statistik_kunjungan stat=today_visitors]

Kunjungan Hari Ini:  [statistik_kunjungan stat=today_visits]

Total Pengunjung: [statistik_kunjungan stat=total_visitors]

Total Kunjungan: [statistik_kunjungan stat=total_visits]

Pengunjung Online: [statistik_kunjungan stat=online]