ASPIRASIKALTIM.COM – Pembangunan ekonomi daerah tak hanya bergantung pada anggaran pemerintah, tetapi juga investasi strategis sektor swasta.
Salah satu contohnya adalah kehadiran PT Kobexindo Cement di Kutai Timur, Kalimantan Timur.
Dengan nilai investasi USD 420 juta, perusahaan ini menjadi katalisator bagi pertumbuhan industri dan infrastruktur wilayah.
PT Kobexindo Cement, sebuah perusahaan produksi semen yang merupakan patungan antara Hongshi Group dari China dan investor Indonesia.
Sejak mulai beroperasi, pabrik yang terletak di Desa Selangkau, Kecamatan Kaliorang, Kabupaten Kutai Timur ini memiliki kapasitas produksi klinker 4 juta ton per tahun ini menyerap lebih dari 500 tenaga kerja langsung dan 2.000 tenaga kerja tidak langsung di bidang transportasi, logistik, dan jasa pendukung.
Kontribusi ekonomi Kobexindo pun terus meluas seiring meningkatnya permintaan pasar dalam negeri.
General Manager Kobexindo, Gong Wei, menuturkan bahwa perusahaan berupaya menumbuhkan nilai tambah bagi masyarakat sekitar.
“Kami percaya, keberlanjutan industri harus berjalan seiring dengan pembangunan sosial,” katanya.
Sebagai bentuk komitmen, Kobexindo membangun dermaga internasional berkapasitas 50.000 ton yang memperkuat sistem rantai pasok perusahaan sekaligus membuka jalur perdagangan baru.
Tak berhenti di situ, mereka juga menyalurkan dana CSR sekitar USD 1 juta untuk memperbaiki jalan desa sepanjang 4,46 kilometer di Sekurau dan Sekerat.
Upaya peningkatan infrastruktur itu turut mendukung mobilitas ekonomi masyarakat pedesaan.
Bahkan, pembangunan jembatan baja senilai USD 300.000 yang rampung dua tahun lalu kini menjadi penghubung vital antarwilayah di Kaliorang.
Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menyambut positif kontribusi tersebut. Wakil Bupati Mahyunadi menilai, kolaborasi antara sektor publik dan swasta seperti Kobexindo Cement akan memperkuat basis ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (adv/prokopimkutim)











