ASPIRASIKALTIM.COM – Nuansa hangat menyelimuti Lapangan Alun-Alun Bukit Pelangi saat malam penutupan Festival Pemuda Kreatif 2025.
Tanpa pagar pembatas yang kaku dan penonton berdesakan, festival yang dihelat Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Timur bersama komunitas Pemuda Kreatif Kutim ini menawarkan konsep berbeda: santai, terbuka, dan ramah bagi pelaku UMKM lokal.
Sejak sore hari, area lapangan sudah dipadati ratusan pengunjung. Mereka duduk berkelompok di ruang terbuka, sebagian menikmati jajanan dari stan-stan UMKM yang menyuguhkan kuliner khas dan produk kreatif.
Lampu-lampu hias yang temaram menambah atmosfer hangat, seolah menjadikan festival ini sebagai ruang kumpul keluarga dan komunitas.
Di panggung utama, rangkaian penampilan komunitas seni mengalir tanpa jeda berarti.
Mulai dari tari tradisional yang merefleksikan kekayaan budaya Kutim hingga dance modern dengan koreografi energik, semua menjadi bukti kreativitas generasi muda daerah.
Sejumlah band lokal juga tampil dan mendapat aplaus meriah dari penonton.
Puncak acara hadir ketika Brisia Jodie, penyanyi yang dikenal publik lewat ajang Indonesian Idol 2017, naik ke panggung.
Sorakan penonton menggema di bawah langit Sangatta. Lewat lagu-lagu andalannya, “Rindu Dalam Hati” dan “Aku Memilihmu”, Jodie berhasil mengajak pengunjung bernyanyi bersama.
Momen tak terlupakan terjadi saat ia mengajak salah satu penonton untuk berduet. Suasana berubah semakin akrab dan riuh, menandai penutupan festival dengan penuh kegembiraan.
Festival Pemuda Kreatif 2025 bukan sekadar pesta musik dan tari, tetapi ekosistem mini yang mempertemukan pelaku seni, komunitas pemuda, dan UMKM dalam satu panggung kolaborasi.
Penampilan Brisia Jodie menjadi titik akhir yang manis dari perayaan kreativitas tersebut. (adv/prokopimkutim)











