ASPIRASIKALTIM.COM – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) akan memulai Pembangunan jembatan baru sebagai pengganti Jembatan Tundano di Desa Bumi Rapak, Kecamatan Kaubun.
Lapuk dimakan usia, Jembatan Tundano kini berada dalam kondisi kritis. Struktur jembatan yang telah digunakan selama puluhan tahun ini nyaris roboh dan hanya bertahan berkat tambang yang menahan bagian miringnya.
Situasi tersebut viral di media sosial, memancing perhatian public dan menimbulkan keresahan di Tengah warga masyarakat, Menanggapi situasi ini, Wakil Bupati Kutim Mahyunadi bersama jajaran pejabat terkait seperti Camat Kaubun, perwakilan Forkopimda, Kepala Desa Bumi Rapak, serta perwakilan dari Dinas PU, Dinas Perkebunan, dan Dinas Pertanian melakukan kunjungan langsung ke lokasi.
“Kami tidak menunggu viral. Ini memang sudah jadi perhatian pemerintah. Akan langsung kami tindak lanjuti. Tahun 2026 pembangunan dimulai,” kata Mahyunadi.
Jembatan ini adalah satu-satunya akses utama bagi warga untuk menuju pasar, kebun, sekolah, hingga layanan kesehatan.
Kerusakannya bukan hanya mengancam kenyamanan, tetapi juga keselamatan pengguna. Beberapa warga bahkan mengaku harus menyeberang dengan hati-hati, terutama saat membawa hasil tani.
Konstruksi baru direncanakan akan menggunakan bahan beton dengan kapasitas kendaraan roda empat.
Hal ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah di Kecamatan Kaubun yang memiliki potensi besar di sektor pertanian dan perkebunan.
Diketahui, wilayah Kaubun merupakan sentra hasil tani seperti kelapa sawit dan kakao yang menjadi komoditas utama. Mobilitas hasil panen selama ini sangat tergantung pada keberadaan Jembatan Tundano.
Kehadiran Mahyunadi dan tim teknis ke lokasi dinilai sebagai bukti keseriusan pemerintah daerah. Langkah ini mendapat apresiasi dari masyarakat sekitar yang telah lama menanti perbaikan infrastruktur. (adv/prokopimkutim)











