Kutai Timur Jadikan ESG Kompas Utama Kebijakan Pertambangan

9afa2cc168221109f8aa1dbe8002b224
Admin |

Nov 3, 2025

Enter description text here. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing. Quo incidunt ullamco.

373

ASPIRASIKALTIM.COM – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menempatkan prinsip ESG (Environment, Social, Governance) sebagai kompas utama dalam mengarahkan masa depan sektor pertambangan di wilayahnya.

Bupati Kutim H Ardiansyah Sulaiman menegaskan, tanpa ESG, aktivitas tambang berisiko mengulang tragedi sosial dan ekologis yang pernah dialami daerah lain.

Pernyataan itu disampaikan Ardiansyah saat membuka Seminar Nasional “Optimalisasi Keberlanjutan Tambang Menuju Kemandirian Ekonomi Masyarakat di Era Pascatambang” yang digelar di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim.

Seminar diselenggarakan oleh PERHAPI Kutim dan diikuti pelaku industri, akademisi, praktisi, serta pelajar.

Dalam sambutannya, Ardiansyah mengulas kembali kisah Loa Kulu dan Sanga-Sanga di Kabupaten Kutai Kartanegara yang kini kesulitan mengembangkan lahan bekas tambang.

Ia juga menyinggung Sawahlunto di Sumatera Barat yang sempat terpuruk setelah tambang batubara berhenti, sebelum kemudian mengembangkan wisata berbasis warisan tambang.

Menurut Ardiansyah, ESG tidak boleh lagi dipandang sebagai tren global semata. Di Kutim, prinsip tersebut diterjemahkan menjadi kebijakan yang mengharuskan perusahaan mengelola dampak lingkungan, memperkuat dimensi sosial, dan menerapkan tata kelola yang akuntabel. Keberlanjutan, kata dia, harus dipersiapkan sejak tambang masih beroperasi.

Dari Jakarta, Dirjen Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian ESDM RI, Tri Winarno, menyampaikan apresiasi terhadap langkah Kutim.

Ia menyebut penerapan ESG dapat meningkatkan efisiensi operasi, transparansi data, serta partisipasi aktif masyarakat lokal dalam rantai nilai pertambangan.

Senada, Ketua Umum PERHAPI Nasional Sudirman Widhy Hartono menilai komitmen Kutim sebagai referensi penting bagi daerah tambang lain.

“Tambang tidak boleh meninggalkan jejak luka sosial. ESG adalah jembatan antara tanggung jawab ekonomi dan kemanusiaan,” katanya. (adv/prokopimkutim)

Posted in

Berita Lainnya

Baca Juga

Siti Robiah: Guru PAUD Adalah Arsitek Generasi Emas Kutim

ASPIRASIKALTIM.COM — “Guru PAUD bukan hanya pendidik, tapi…

Kebakaran BIGMall Jadi Alarm Bahaya Sistem Pengawasan Gedung di Samarinda

ASPIRASIKALTIM.COM – Insiden kebakaran yang melanda BIGMall…

Ardiansyah: Produk Lokal Harus Jadi Motor Ekonomi Kutim

ASPIRASIKALTIM.COM — Strategi penguatan ekonomi daerah tidak selalu…

Bimtek Disnakertrans Kutim, Siapkan Naker Hadapi Tantangan Dunia Kerja 

ASPIRASIKALTIM.COM – Di tengah ketatnya persaingan dunia kerja,…

Pos Populer

Pengunjung

Pengunjung Hari Ini: [statistik_kunjungan stat=today_visitors]

Kunjungan Hari Ini:  [statistik_kunjungan stat=today_visits]

Total Pengunjung: [statistik_kunjungan stat=total_visitors]

Total Kunjungan: [statistik_kunjungan stat=total_visits]

Pengunjung Online: [statistik_kunjungan stat=online]