ASPIRASIKALTIM.COM – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) menunjukkan langkah strategis dalam menyiapkan generasi masa depan yang sehat dan unggul.
Salah satu buktinya adalah pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini resmi bergulir di Sangatta Utara.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menilai MBG adalah bentuk investasi jangka panjang bagi pembangunan manusia.
“Kita ingin anak-anak tumbuh sehat, cerdas, dan berkarakter. Dengan memastikan anak-anak sekolah mendapatkan makanan bergizi, kita sedang menyiapkan masa depan bangsa,” katanya saat meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dayung di Jalan Dayung, Kelurahan Teluk Lingga.
SPPG Dayung menjadi dapur pusat distribusi makanan bergizi bagi ribuan pelajar. Tahap awal melayani 2.596 siswa dari SMPN 1 dan SMKN 2 Sangatta Utara.
Setiap hari, para siswa menerima menu bergizi sesuai standar yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN). Pemkab Kutim menyiapkan 40 SPPG tambahan untuk menjangkau lebih banyak anak. Langkah ini diharapkan menjadi fondasi menuju Generasi Emas Indonesia 2045.
Selain aspek kesehatan, program ini membawa dampak ekonomi lokal. Ia menambahkan, program ini akan memperkuat dua pilar penting: pencegahan stunting dan pemberdayaan ekonomi lokal.
Ardiansyah menegaskan bahwa bahan pangan yang digunakan dalam program SPPG akan diprioritaskan dari petani dan pelaku UMKM Kutim, mulai dari beras, sayur-mayur, hingga sumber protein.
“Petani kita diuntungkan karena bahan pangan diambil dari mereka. Jadi, ini bukan hanya soal makan gratis, tapi juga kemandirian ekonomi daerah,” jelas Ardiansyah.
Dalam acara tersebut, hadir Wakil Bupati Mahyunadi, Ketua DPRD Jimmi, dan unsur Forkopimda Kutim. Mereka kompak memastikan program ini berjalan berkelanjutan.
Jimmi menegaskan dukungan legislatif melalui penganggaran dan pengawasan. “Kami akan kawal agar tidak hanya berhenti di Sangatta. Targetnya seluruh kecamatan memiliki SPPG,” ujarnya. (adv/prokopimkutim)











