Kutim Ubah Maloy Jadi Laboratorium Pembangunan Terpadu

9afa2cc168221109f8aa1dbe8002b224
Admin |

Nov 19, 2025

Enter description text here. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing. Quo incidunt ullamco.

359b

ASPIRASIKALTIM.COM, SANGATTA – Konsep transmigrasi di Kutai Timur (Kutim) kini memasuki babak baru. Pemerintah daerah menegaskan bahwa transmigrasi tidak lagi dipandang sebagai program pemindahan penduduk semata, melainkan sebagai instrumen pembangunan wilayah terpadu yang menyinergikan berbagai subsektor ekonomi.

Pesan itu disampaikan Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kutim Roma Malau dalam Forum Group Discussion (FGD) Penyusunan Dokumen Rencana Teknis Pengembangan Ekonomi dan Sumber Daya Alam (SDA) di Kawasan Transmigrasi Kutim yang dilaksanakan di Ruang Damar GSG Bukit Pelangi, Sangatta.

FGD ini fokus pada pengembangan Kawasan Transmigrasi Maloy Kaliorang. Wilayah tersebut dipandang memiliki posisi strategis karena berada di koridor industri dan logistik yang terhubung dengan Kawasan Industri Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK). Potensi pertanian, perikanan, dan perkebunan sawit di kawasan itu dinilai mampu menopang terbentuknya klaster ekonomi berbasis produk unggulan lokal.

Kegiatan yang digagas Distransnaker Kutim tersebut menghadirkan tim Kementerian Transmigrasi melalui Ditjen Pengembangan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (PEPMT), akademisi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, serta sejumlah perangkat daerah terkait. Hadir pula Wakil Bupati Kutim Mahyunadi, Kepala DTPHP Kutim Dyah Ratnaningrum, Camat Kaliorang Rusmono, serta perwakilan Ditjen PEPMT seperti Chandra Firmansyah dan Azwin Achmadi.

Wakil Bupati Mahyunadi mengapresiasi dukungan pemerintah pusat dan dunia kampus. Ia menilai dua dokumen yang sedang disusun, yakni Rencana Teknis Pengembangan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi dan Studi Kelayakan Sarana Produksi di Kawasan Transmigrasi Maloy Kaliorang, akan menjadi landasan bagi pengembangan transmigrasi yang berkelanjutan. (adv/prokopimkutim)

Berita Lainnya

Baca Juga

Selama 10 Tahun Berjalan, BUMDes Margahayu Sumbang 15 Juta Pertahun Untuk PADes

Kepala Desa Margahayu Kecamatan Loa Kulu Kabupaten…

Kelurahan Panji Andalkan Gapoktan untuk Kelola Hasil Pertanian Lokal

ASPIRASIKALTIM.COM – Meski berada di wilayah perkotaan,…

Respon PDPM Kukar Terhadap Tindakan Bank Syariah Indonesia (BSI)

M. Ridwan Wakil Ketua PDPM Kukar (AK.Com)…

KNPI Kukar Desak DPRD Segera Bahas RAPBD 2026, Soroti Lemahnya Kinerja Legislatif

ASPIRASIKALTIM.COM – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten…

Mini Feedmill, Inovasi Sangatta Bangun Swasembada Telur

ASPIRASIKALTIM.COM – Membangun ketahanan pangan tak hanya soal…

Pos Populer

Pengunjung

Pengunjung Hari Ini: [statistik_kunjungan stat=today_visitors]

Kunjungan Hari Ini:  [statistik_kunjungan stat=today_visits]

Total Pengunjung: [statistik_kunjungan stat=total_visitors]

Total Kunjungan: [statistik_kunjungan stat=total_visits]

Pengunjung Online: [statistik_kunjungan stat=online]