Layanan Publik Kutim Makin Cepat dan Transparan Berkat Digitalisasi

9afa2cc168221109f8aa1dbe8002b224
Admin |

Nov 17, 2025

Enter description text here. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing. Quo incidunt ullamco.

295

ASPIRASIKALTIM.COM, SANGATTA – Transformasi digital yang tengah digencarkan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kini mulai dirasakan langsung oleh masyarakat. Melalui kerja keras Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), berbagai layanan publik mulai beralih ke sistem digital yang efisien, transparan, dan akuntabel.

Dalam Rapat Koordinasi TP2DD di Ruang Meranti, Asisten Administrasi Umum Setkab Kutim Sudirman Latif menegaskan bahwa digitalisasi bukan hanya program teknologi, melainkan reformasi sistem pelayanan publik secara menyeluruh. “Ketika semua layanan terintegrasi digital, masyarakat lebih cepat dilayani, biaya administrasi menurun, dan PAD ikut meningkat,” ujarnya.

Kepala Bapenda Kutim Syahfur menjelaskan, hingga pertengahan 2025 Kutim sudah mencapai 95,5 persen dalam indeks ETPD, atau tahap digital penuh. Capaian itu berkat dukungan Bankaltimtara dan Bank Indonesia Wilayah Kaltim, yang aktif mendorong peningkatan kanal pembayaran non-tunai bagi wajib pajak.

“Sekarang, masyarakat bisa membayar pajak daerah melalui berbagai kanal digital. Tak perlu antre di kantor, cukup lewat ponsel,” kata Syahfur.

Deputi Bank Indonesia Wilayah Kaltim Agus Taufik menilai keberhasilan Kutim patut diapresiasi. Menurutnya, digitalisasi tidak hanya mempercepat transaksi, tetapi juga membuka peluang baru bagi daerah untuk memperluas sumber pendapatan, termasuk dari sektor pariwisata, transportasi, dan UMKM.

Sementara itu, keberadaan Mal Pelayanan Publik (MPP) di Sangatta menjadi simbol nyata pelayanan digital di Kutim. MPP mengintegrasikan puluhan layanan dari berbagai instansi, termasuk pembayaran retribusi dan pengurusan izin usaha berbasis digital.

Dalam Rakor itu, juga dilakukan penandatanganan kerja sama antara Bapenda dan Bankaltimtara melalui sistem host to host API Web Services. Sistem ini memungkinkan transaksi pajak masuk langsung ke kas daerah secara otomatis dan terekam dalam waktu nyata.

“Digitalisasi bukan sekadar soal efisiensi, tapi juga soal kepercayaan publik. Ketika layanan transparan, masyarakat akan lebih taat pajak,” tegas Sudirman. Ia berharap momentum ini menjadi pendorong agar seluruh OPD di Kutim segera bertransformasi menuju pelayanan publik digital penuh. (adv/prokopimkutim)

Berita Lainnya

Baca Juga

Tim Google For Education Pusat Buka Suara, Kukar Menjadi Daerah Terbanyak SRG Se-Indonesia

Dokumentasi Ary S Rachman AK.Com ASPIRASIKALTIM.COM, Kukar…

DPRD Samarinda Minta Dinkes Aktif Jemput Bola Program Skrining Kesehatan Gratis

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Muhammad Novan...

Pemdes Sebuntal Terus Kembangkan Infrastruktur Pada Sektor Pertanian

Kepala Desa Sebuntal Herman (Aspirasi Kaltim) ASPIRASIKALTIM.COM,…

MGMP Bahasa Indonesia SMP se-Kukar Dorong Guru Berinovasi Melalui Komunitas Belajar

Teks foto : Suasana pembukaan Kegiatan MGMP…

Pos Populer

Pengunjung

Pengunjung Hari Ini: [statistik_kunjungan stat=today_visitors]

Kunjungan Hari Ini:  [statistik_kunjungan stat=today_visits]

Total Pengunjung: [statistik_kunjungan stat=total_visitors]

Total Kunjungan: [statistik_kunjungan stat=total_visits]

Pengunjung Online: [statistik_kunjungan stat=online]