ASPIRASIKALTIM.COM, SANGATTA – Transformasi digital yang tengah digencarkan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kini mulai dirasakan langsung oleh masyarakat. Melalui kerja keras Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), berbagai layanan publik mulai beralih ke sistem digital yang efisien, transparan, dan akuntabel.
Dalam Rapat Koordinasi TP2DD di Ruang Meranti, Asisten Administrasi Umum Setkab Kutim Sudirman Latif menegaskan bahwa digitalisasi bukan hanya program teknologi, melainkan reformasi sistem pelayanan publik secara menyeluruh. “Ketika semua layanan terintegrasi digital, masyarakat lebih cepat dilayani, biaya administrasi menurun, dan PAD ikut meningkat,” ujarnya.
Kepala Bapenda Kutim Syahfur menjelaskan, hingga pertengahan 2025 Kutim sudah mencapai 95,5 persen dalam indeks ETPD, atau tahap digital penuh. Capaian itu berkat dukungan Bankaltimtara dan Bank Indonesia Wilayah Kaltim, yang aktif mendorong peningkatan kanal pembayaran non-tunai bagi wajib pajak.
“Sekarang, masyarakat bisa membayar pajak daerah melalui berbagai kanal digital. Tak perlu antre di kantor, cukup lewat ponsel,” kata Syahfur.
Deputi Bank Indonesia Wilayah Kaltim Agus Taufik menilai keberhasilan Kutim patut diapresiasi. Menurutnya, digitalisasi tidak hanya mempercepat transaksi, tetapi juga membuka peluang baru bagi daerah untuk memperluas sumber pendapatan, termasuk dari sektor pariwisata, transportasi, dan UMKM.
Sementara itu, keberadaan Mal Pelayanan Publik (MPP) di Sangatta menjadi simbol nyata pelayanan digital di Kutim. MPP mengintegrasikan puluhan layanan dari berbagai instansi, termasuk pembayaran retribusi dan pengurusan izin usaha berbasis digital.
Dalam Rakor itu, juga dilakukan penandatanganan kerja sama antara Bapenda dan Bankaltimtara melalui sistem host to host API Web Services. Sistem ini memungkinkan transaksi pajak masuk langsung ke kas daerah secara otomatis dan terekam dalam waktu nyata.
“Digitalisasi bukan sekadar soal efisiensi, tapi juga soal kepercayaan publik. Ketika layanan transparan, masyarakat akan lebih taat pajak,” tegas Sudirman. Ia berharap momentum ini menjadi pendorong agar seluruh OPD di Kutim segera bertransformasi menuju pelayanan publik digital penuh. (adv/prokopimkutim)











