Libatkan Generasi Muda, Kutim Tanamkan Kesadaran Hijau Lewat RIP KEHATI

9afa2cc168221109f8aa1dbe8002b224
Admin |

Nov 19, 2025

Enter description text here. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing. Quo incidunt ullamco.

357b

ASPIRASIKALTIM.COM, SANGATTA – Peluncuran Rencana Induk Pengelolaan Keanekaragaman Hayati (RIP KEHATI) 2024-2029 di Hotel Royal Victoria Sangatta tak hanya menjadi agenda seremonial pemerintah. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutai Timur (Kutim) sengaja menghadirkan pelajar dan komunitas lingkungan untuk menguatkan pesan bahwa masa depan bumi Kutim ada di tangan generasi muda.

Suasana ruang pertemuan berubah dinamis ketika sesi dialog dibuka. Pelajar dan aktivis lingkungan bergantian menyampaikan pandangan, mulai dari kekhawatiran terhadap hilangnya habitat satwa hingga harapan agar kebijakan hijau benar-benar diterapkan di lapangan. Forum ini menjadi media edukasi sekaligus ruang partisipasi publik.

Kepala DLH Kutim Aji Wijaya Efendi dalam sambutan yang mewakili Bupati Kutim menyampaikan bahwa RIP KEHATI disusun sebagai investasi jangka panjang. “Kita tidak hanya bicara tentang flora dan fauna, tetapi tentang masa depan masyarakat Kutim secara keseluruhan. RIP KEHATI ini adalah investasi kita untuk generasi yang akan datang,” demikian pesan Bupati yang dibacakannya.

RIP KEHATI sendiri merupakan hasil kolaborasi DLH Kutim dengan Pusat Studi Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Universitas Mulawarman Samarinda. Dokumen ini memetakan potensi keanekaragaman hayati serta tantangan yang dihadapi, sekaligus merumuskan langkah pengelolaan yang realistis.

Dalam paparannya, Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Kutim, Adrian Wahyudi, menekankan pentingnya empat Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) di Kutim, mulai dari Lahan Basah Suwi Long Mesangat, Karst Sangkulirang-Mangkalihat, Teluk Sangkulirang, hingga Wehea-Kelay. Kawasan ini menjadi rumah bagi satwa langka seperti Buaya Badas Hitam (Crocodylus siamensis) dan orangutan Kalimantan.

RIP KEHATI akan diintegrasikan ke Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Dengan begitu, agenda pelestarian alam diharapkan bukan lagi program tambahan, melainkan bagian inti dari kebijakan pembangunan lintas sektor.

Keterlibatan generasi muda dalam peluncuran ini menjadi penanda bahwa pengelolaan lingkungan tidak hanya tugas pemerintah. Kesadaran kolektif warga menjadi kunci agar komitmen di atas kertas benar-benar menjelma menjadi aksi nyata di lapangan. (adv/prokopimkutim)

Berita Lainnya

Baca Juga

Drainase Dangkal dan Penyumbatan Parit Jadi Penyebab Banjir di Bougenville

ASPIRASIKALTIM.COM – Lurah Panji, Isnaniah, mengungkapkan bahwa…

Apel dan Halal Bihalal Warnai Hari Pertama Kerja ASN Kukar Usai Idul Fitri

Teks Foto : Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono,…

Sinergi Antar Daerah, Kutim Lirik Demplot Tumpang Sari Kubar

ASPIRASIKALTIM.COM — Gagasan pertanian tak lagi berjalan sendiri-sendiri….

Ahmad Vanandza: Pemakaman Jangan Jadi Kemewahan yang Tak Terjangkau Warga Miskin

ASPIRASIKALTIM.COM – Di tengah pesatnya pembangunan dan…

Desa Cipari Makmur Jadi Model Pertanian Terpadu di Muara Kaman

ASPIRASIKALTIM.COM – Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai…

Pos Populer

Pengunjung

Pengunjung Hari Ini: [statistik_kunjungan stat=today_visitors]

Kunjungan Hari Ini:  [statistik_kunjungan stat=today_visits]

Total Pengunjung: [statistik_kunjungan stat=total_visitors]

Total Kunjungan: [statistik_kunjungan stat=total_visits]

Pengunjung Online: [statistik_kunjungan stat=online]