Lomba Sanga Belida 2025, Brida Kutim Prioritaskan Inovasi Layanan Publik

9afa2cc168221109f8aa1dbe8002b224
Admin |

Nov 23, 2025

Enter description text here. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing. Quo incidunt ullamco.

447

ASPIRASIKALTIM.COM – Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kutai Timur (Kutim) kembali menggelar Sanga Belida atau Lomba Inovasi Daerah 2025, dengan fokus khusus pada inovasi di bidang pelayanan publik.

Brida menilai, pembenahan layanan langsung kepada masyarakat menjadi kunci percepatan peningkatan indeks inovasi daerah.

Peneliti Brida Kutim, Bagus Rai Wibowo, menyebut tema inovasi pelayanan publik sengaja diangkat karena manfaatnya dapat segera dirasakan warga.

“Tahun ini kami fokus pada pelayanan publik karena dampaknya paling cepat terlihat. Bentuk inovasinya bisa digital maupun non-digital,” ujarnya.

Ia menjelaskan, gagasan peserta dikelompokkan dalam tiga kategori: inovasi tata kelola, inovasi pelayanan publik, dan inovasi penerapan teknologi.

Ketiganya dirancang untuk mempercepat proses birokrasi, meningkatkan kualitas layanan, dan memperkuat kinerja pemerintah daerah.

Sanga Belida sendiri telah menjadi agenda rutin Brida Kutim selama tiga tahun terakhir.

Program ini berfungsi sebagai pintu masuk penyerapan ide kreatif dari perangkat daerah, kecamatan, maupun masyarakat umum, yang kemudian diusulkan ke Kementerian Dalam Negeri dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Pendaftaran lomba tahun ini telah ditutup pada 6 November, dengan lima peserta yang berasal dari dua kecamatan dan tiga perangkat daerah.

Untuk menguatkan aspek akademik dan obyektivitas, Brida menggandeng STIENUS Sangatta, STIPER Kutim, dan SMKN 2 Kutim sebagai tim juri.

Analis Pemanfaatan IPTEK Brida, Edi Supriyanto, mengingatkan kembali bahwa Sanga Belida lahir dari kondisi indeks inovasi Kutim yang sempat rendah.

Kini, situasi berangsur membaik. “Dua tahun lalu kita masih ‘kurang inovatif’. Sekarang sudah naik jadi ‘kabupaten inovatif’ dengan nilai 48,88,” terangnya.

Menurut Bagus, pihaknya saat ini menunggu terbitnya SK Indeks Inovasi Daerah dari Kemendagri yang direncanakan keluar Desember mendatang.

“Target berikutnya adalah mengejar kategori sangat inovatif dengan skor minimal 65,00. Keterbatasan anggaran tidak boleh menghambat kreatifitas. Justru inovasi menjadi jalan bagi Kutim untuk mandiri dan berdaya saing,” tegasnya. (adv/prokopimkutim)

Posted in

Berita Lainnya

Baca Juga

Kepsek SMPN 7 Tenggarong Dukung Pelaksanaan Google Workspace Di Sekolah

Dokumentasi Tri Rahayu Ningsih, Kepsek (AK.Com) ASPIRASIKALTIM.COM,…

Dukung Visi Kutim HEBAT, Formika dan Pemkab Bersinergi

ASPIRASIKALTIM.COM — Bupati Ardiansyah menilai kolaborasi multipihak bukan…

DPRD Samarinda Desak Pemkot Beri Kepastian Status Lahan Warga RT 17 Samarinda Seberang

ASPIRASIKALTIM.COM – Polemik kepemilikan lahan di RT…

Lurah Panji Soroti Aset Wisata Tak Terkelola, Jadi Tempat Anak Nongkrong dan Bolos Sekolah

ASPIRASIKALTIM.COM – Lurah Panji, Isnaniah, menyoroti sejumlah…

Produk Teh Serai UMKM Jahab Tembus Pasar Luar Daerah

ASPIRASIKALTIM.COM – Produk unggulan Kelurahan Jahab, Kecamatan…

Pos Populer

Pengunjung

Pengunjung Hari Ini: [statistik_kunjungan stat=today_visitors]

Kunjungan Hari Ini:  [statistik_kunjungan stat=today_visits]

Total Pengunjung: [statistik_kunjungan stat=total_visitors]

Total Kunjungan: [statistik_kunjungan stat=total_visits]

Pengunjung Online: [statistik_kunjungan stat=online]