Mahyunadi: Aparatur Kutim Harus Jemput Keluhan Warga

9afa2cc168221109f8aa1dbe8002b224
Admin |

Nov 23, 2025

Enter description text here. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing. Quo incidunt ullamco.

361b

ASPIRASIKALTIM.COM, SANGATTA – Suasana siang di Polder Ilham Maulana, Sangatta Utara, terasa berbeda. Tenda-tenda yang berjajar rapi dipenuhi warga yang berburu beras, minyak goreng, dan gula dengan harga terjangkau. Di tengah kerumunan itu, Wakil Bupati Kutai Timur H Mahyunadi berdiri menyampaikan pesan keras namun penuh empati: pemerintah jangan berpangku tangan melihat warganya berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kehadiran Mahyunadi di Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan itu bukan sekadar membuka acara. Ia memanfaatkan momentum peringatan HUT ke-26 Kutim dan Hari Pangan Sedunia untuk mengingatkan kembali esensi pelayanan publik.

“Saya harap program ini benar-benar menjemput bola. Masih banyak rakyat kita yang mengeluh, yang bingung besok mau makan apa. Mereka yang harus kita datangi dan bantu,” ujarnya di hadapan jajaran OPD, tokoh masyarakat, dan warga.

Menurut Mahyunadi, GPM adalah bentuk konkret tanggung jawab pemerintah dalam menjamin ketersediaan dan keterjangkauan pangan. Di tengah naik-turunnya harga kebutuhan pokok, intervensi langsung seperti ini menjadi penting bagi keluarga miskin dan rentan.

Ia menambahkan, uang yang dikelola pemerintah adalah amanah rakyat. Karena itu, anggaran harus dikembalikan dalam bentuk program yang menyentuh kebutuhan dasar, bukan berhenti pada tataran wacana.

“Kita bisa hidup tenang, bekerja, berpenghasilan karena bangsa ini merdeka. Kalau tidak, kita tak akan menikmati fasilitas ini. Ini uang rakyat kembali ke rakyat,” tuturnya.

Mahyunadi yang hadir mewakili Bupati Kutim juga menekankan pentingnya sinergi lintas level pemerintahan. Ketua RT diminta aktif memetakan warga yang membutuhkan, lalu berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan BAZNAS agar zakat serta bantuan sosial tersalur tepat sasaran.

“Zakat itu prioritas untuk membantu orang miskin dan fakir,” tegasnya.

Di kabupaten berjuluk “Tuah Bumi Untung Benua”, GPM bukan hanya soal sembako murah, tetapi juga simbol kepedulian dan gotong royong yang kembali dihidupkan di tengah tantangan ekonomi masyarakat. (adv/prokopimkutim)

Berita Lainnya

Baca Juga

DPRD Samarinda Matangkan Raperda Perlindungan Produk Lokal UMKM

ASPIRASIKALTIM.COM – DPRD Samarinda tengah mematangkan Rancangan…

Mengukir Prestasi, Tim Hockey Outdoor Kaltim Persembahkan Emas untuk Daerah

Foto : Ilustrasi Hockey (Istimewa) ASPIRASIKALTIM.COM, Samarinda…

Energi Masuk Pelosok, 482 Pelanggan di Manubar Resmi Nikmati Listrik Penuh Waktu

ASPIRASIKALTIM.COM, SANGATTA – Pemerataan akses energi di…

Pos Populer

Pengunjung

Pengunjung Hari Ini: [statistik_kunjungan stat=today_visitors]

Kunjungan Hari Ini:  [statistik_kunjungan stat=today_visits]

Total Pengunjung: [statistik_kunjungan stat=total_visitors]

Total Kunjungan: [statistik_kunjungan stat=total_visits]

Pengunjung Online: [statistik_kunjungan stat=online]