ASPIRASIKALTIM.COM – Dalam suasana khidmat upacara Hari Pramuka ke-64 di GOR Kadrie Oening, Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim) Mahyunadi menegaskan kembali arti penting Gerakan Pramuka sebagai wadah pembinaan karakter bagi generasi muda.
Momentum tersebut juga menjadi istimewa karena Mahyunadi menerima penghargaan Pancawarsa Tiga atas pengabdiannya selama 15 tahun di dunia kepramukaan.
Penghargaan Pancawarsa Tiga adalah lencana penghargaan yang diberikan kepada anggota dewasa Gerakan Pramuka yang telah mengabdi selama 15 tahun.
Lencana ini diberikan sebagai apresiasi atas kesetiaan, keaktifan, dan pengabdian yang berkelanjutan dalam Gerakan Pramuka, sesuai dengan masa bakti kelipatan lima tahun.
“Pramuka bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi proses panjang pembentukan karakter, disiplin, dan kepemimpinan anak bangsa,” kata Mahyunadi usai menerima penghargaan dari Kwartir Daerah (Kwarda) Kaltim.
Tak hanya itu, Kabupaten Kutai Timur juga dinobatkan sebagai Kwartir Cabang (Kwarcab) Tergiat se-Kaltim.
Penghargaan tersebut diterima Mahyunadi bersama Ketua Kwarcab Asti Mazar Bulang, menandai peran aktif Kutim dalam membina Pramuka di seluruh kecamatan.
Menurut Mahyunadi, keberhasilan tersebut menjadi dorongan agar pembinaan tidak berhenti di tingkat kabupaten.
“Keberhasilan sejati bukan hanya penghargaan, tapi ketika pembinaan benar-benar dirasakan oleh adik-adik di gugus depan dan ranting,” ujarnya.
Mahyunadi juga menyoroti dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan kepanduan.
Ia menyebut Pemkab Kutim terus memperluas fasilitas pelatihan, membangun prasarana perkemahan, dan mendukung pelatihan pembina.
Ketua Kwarcab Asti Mazar Bulang menambahkan, capaian ini menjadi bukti nyata semangat gotong royong antara pemerintah dan gerakan Pramuka.
“Kami terus berkomitmen melahirkan generasi muda yang siap menghadapi tantangan zaman,” tuturnya.
Dengan semangat tersebut, Kutim kian meneguhkan diri sebagai daerah yang serius menanamkan nilai moral dan nasionalisme melalui kegiatan Kepramukaan. (adv/prokopimkutim)











