ASPIRASIKALTIM.COM – Musyawarah Cabang (Muscab) ke-V Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kutai Timur menjadi momentum bersejarah bagi ratusan bidan dari 18 kecamatan.
Bertempat di Ruang Meranti Kantor Bupati Kutim, acara ini menjadi ajang pembaruan semangat sekaligus regenerasi kepemimpinan di tubuh organisasi profesi kebidanan tersebut.
Muscab yang digelar lima tahun sekali ini dihadiri oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, Ketua TP PKK Siti Robiah, dan perwakilan IBI Kalimantan Timur.
Tema besar yang diangkat, “Satukan Langkah dalam Transformasi Kesehatan untuk Penguatan Pelayanan Kebidanan Berkesinambungan Berbasis Bukti,” mencerminkan tekad IBI untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Dalam sambutannya, Ardiansyah menegaskan pentingnya peran bidan dalam membangun generasi sehat sejak dini.
“Profesi bidan tidak hanya soal membantu persalinan, tetapi juga menjadi penggerak edukasi kesehatan keluarga dan masyarakat,” katanya.
Ia mengungkapkan bahwa dari 900 bidan di Kutim, baru 150 orang yang memiliki sertifikat profesi.
Menurutnya, peningkatan kualitas SDM menjadi kebutuhan mendesak agar pelayanan kebidanan di daerah terpencil tetap berkualitas.
Ketua IBI Kutim menambahkan, Muscab V menjadi forum evaluasi dan pemilihan pengurus baru yang diharapkan lebih inovatif dan responsif terhadap tantangan lapangan.
“Kami ingin menghadirkan IBI yang lebih modern, berorientasi pelayanan, dan terbuka terhadap riset,” ujarnya.
Muscab kali ini diharapkan tidak sekadar seremonial, tetapi benar-benar menghasilkan program nyata untuk memperkuat peran bidan dalam sistem kesehatan daerah.
Dengan regenerasi kepemimpinan yang segar, IBI Kutim diyakini mampu menjawab tantangan zaman sekaligus memperkokoh pelayanan kebidanan di Kutai Timur. (ADV)











