ASPIRASIKALTIM.COM – Kejayaan olahraga panjat tebing di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tampaknya tak akan surut dalam waktu dekat.
Di ajang Kejurprov sekaligus Pra Porprov Panjat Tebing Kaltim 2025, para atlet muda Kutim menunjukkan bahwa regenerasi atlet telah berjalan dengan sangat baik.
Kompetisi yang digelar di Venue Bukit Pelangi ini diikuti 122 atlet dari 9 kabupaten/kota se-Kalimantan Timur.
Dalam persaingan ketat tersebut, Kutim tampil dominan dengan total 12 emas, 10 perak, dan 6 perunggu dari dua kategori kejuaraan.
Ketua FPTI Kutim, Aji Fahreza Hakim, mengungkapkan bahwa mayoritas atlet yang turun di ajang ini berasal dari kelompok usia muda, hasil pembinaan jangka panjang di Sangatta.
“Banyak dari mereka baru pertama kali tampil di ajang provinsi. Tapi mental mereka luar biasa,” ujarnya bangga.
Hal senada diungkapkan oleh Ketua KONI Kutim, Rudi Hartono.
Ia menyebut pembinaan atlet di Kutim berjalan sistematis, dengan dukungan fasilitas latihan dan pelatih berpengalaman.
“Kami tidak hanya mengejar medali, tapi juga membangun karakter dan semangat kompetitif,” katanya.
Ketua Pengprov FPTI Kaltim, Misbachul Choir, mengapresiasi keberhasilan Kutim yang mampu menampilkan kombinasi antara atlet senior dan junior secara harmonis.
“Ini cerminan pembinaan yang berkelanjutan. Kutim jadi contoh bagaimana daerah bisa mandiri mencetak atlet,” tegasnya.
Wakil Bupati Kutim Mahyunadi pun mengingatkan agar semangat tersebut terus dijaga.
Ia menilai regenerasi atlet merupakan pondasi penting bagi masa depan olahraga daerah.
“Kutim siap menghadapi Porprov 2026 di Paser. Kita punya potensi emas dari generasi muda ini,” tandasnya.
Dengan semangat baru dan pembinaan berjenjang, panjat tebing Kutim kini tak hanya dikenal karena medali, tetapi juga karena keberhasilan menyiapkan masa depan olahraga yang berkelanjutan di Kalimantan Timur. (adv/prokopimkutim)











