Pembahasan APBD Kutim 2025 Bukan Karena Hambatan Administratif

9afa2cc168221109f8aa1dbe8002b224
Admin |

Nov 8, 2025

Enter description text here. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing. Quo incidunt ullamco.

207

ASPIRASIKALTIM.COM – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memastikan bahwa keterlambatan pembahasan RKUA (Rancangan Kebijakan Umum Anggaran) dan RPPAS (Rancangan Prioritas Plafon Anggaran Sementara) Tahun 2025 bukan disebabkan oleh hambatan administratif, melainkan proses penyesuaian alokasi anggaran agar lebih efisien dan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

RKUA adalah dokumen yang memuat kebijakan umum APBD, sedangkan RPPAS adalah rancangan yang merinci prioritas dan plafon anggaran untuk setiap program dan kegiatan.

Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman menjelaskan, efisiensi menjadi langkah strategis pemerintah untuk menyesuaikan dengan dinamika fiskal daerah, terutama setelah terjadinya fluktuasi pendapatan asli daerah dari sektor pertambangan dan perkebunan.

“Kami menyesuaikan dengan kondisi kekinian agar penggunaan anggaran benar-benar efektif,” ujar Ardiansyah.

Ia menuturkan, sejumlah kabupaten di Kalimantan Timur juga mengalami penyesuaian serupa karena kebijakan efisiensi menjadi bagian dari instruksi nasional untuk menjaga stabilitas fiskal.

“Ini bukan keterlambatan karena lalai, melainkan bentuk kehati-hatian dalam mengelola keuangan daerah,” tambahnya.

Ardiansyah menekankan pentingnya optimalisasi serapan anggaran agar kegiatan tidak tertunda di awal tahun.

“Kami minta seluruh PD mempersiapkan program yang realistis, yang bisa dijalankan dalam waktu dekat,” katanya.

Langkah percepatan telah dilakukan melalui instruksi langsung kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan seluruh kepala OPD agar aktif dalam setiap pembahasan dengan DPRD. P

emerintah daerah berharap dokumen akhir dapat segera rampung sehingga pelaksanaan APBD 2025 tidak terganggu.

Dengan komitmen efisiensi ini, Pemkab Kutim menargetkan pembangunan infrastruktur dasar, peningkatan layanan publik, dan penguatan ekonomi masyarakat tetap berjalan sesuai rencana.

“Prinsipnya, setiap rupiah dari APBD harus produktif dan berorientasi pada hasil,” tutup Ardiansyah. (adv/prokopimkutim)

Posted in

Berita Lainnya

Baca Juga

Erajaya Active Lifestyle Catatkan Penjualan Bersih Rp 3,73 Triliun Pada 2023

PT Sinar Eka Selaras, Tbk (ERAL) atau Erajaya Active…

Danau Tanjung Serai dan Desa Wisata Pela Jadi Andalan Pariwisata Kota Bangun

ASPIRASIKALTIM.COM – Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara,…

Pengembangan UMKM Jadi Fokus Utama Pelayanan Publik Pemerintah Kecamatan Sangasanga

ASPIRASIKALTIM.COM – Pemerintah Kecamatan Sangasanga menempatkan pengembangan…

Mangkurawang Prioritaskan Pertanian dan Perikanan di 2025, Warga Dapat Bantuan Bibit dan Pakan

Foto : Lurah Mangkurawang, Ardiansyah (AK) ASPIRASIKALTIM.COM…

Pos Populer

Pengunjung

Pengunjung Hari Ini: [statistik_kunjungan stat=today_visitors]

Kunjungan Hari Ini:  [statistik_kunjungan stat=today_visits]

Total Pengunjung: [statistik_kunjungan stat=total_visitors]

Total Kunjungan: [statistik_kunjungan stat=total_visits]

Pengunjung Online: [statistik_kunjungan stat=online]