ASPIRASIKALTIM.COM – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memantapkan komitmennya mempercepat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus.
Pembentukan ini menjadi langkah koordinatif yang menuntut sinergi dari berbagai perangkat daerah dan lembaga vertikal.
Rapat koordinasi yang digelar di Kantor Sekretariat Kabupaten dipimpin Wakil Bupati Mahyunadi dan dihadiri oleh jajaran Forkopimda, termasuk Plt Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Trisno serta Dandim 0909/KTM Letkol Arh Ragil Setyo Yulianto.
Mahyunadi menegaskan bahwa keberhasilan program MBG bergantung pada kolaborasi lintas sektor.
“Kita harus bekerja bersama. Pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, dan Bappeda memiliki peran vital dalam memastikan rantai pasokan dan kualitas gizi tetap terjaga,” ujarnya.
Satgas MBG nantinya bertugas melakukan pemetaan kebutuhan gizi anak sekolah, pendataan penerima manfaat, hingga pengawasan lapangan agar tidak terjadi tumpang tindih program.
Satgas ini juga bertanggung jawab untuk memetakan kebutuhan riil di lapangan, termasuk mekanisme distribusi, keterlibatan sekolah, tenaga kesehatan, penyedia pangan lokal, hingga sistem monitoring agar pelaksanaan program tepat sasaran.
Trisno menambahkan, tim teknis akan dibentuk hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
“Pelibatan sekolah dan posyandu menjadi strategi utama agar proses pendataan dan distribusi berjalan akurat,” tutur Trisno.
Ia menilai, keberhasilan MBG juga akan mendukung capaian indikator pembangunan manusia (IPM) Kutim yang kini terus meningkat.
Selain memperkuat gizi anak, program ini diharapkan menjadi stimulus bagi ekonomi lokal.
Pemerintah berencana menggandeng kelompok tani dan koperasi pangan sebagai mitra penyedia bahan baku, sehingga manfaat program tidak hanya dirasakan oleh anak sekolah, tetapi juga masyarakat desa. (adv/prokopimkutim)











