Perkuat Ketahanan Digital, Pemkab Kutim Mantapkan Pondasi Pelayanan Publik Modern

9afa2cc168221109f8aa1dbe8002b224
Admin |

Nov 7, 2025

Enter description text here. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing. Quo incidunt ullamco.

380

ASPIRASIKALTIM.COM – Transformasi digital yang tengah digenjot Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) tidak hanya berfokus pada pengembangan aplikasi dan sistem layanan.

Di balik itu, ada satu fondasi penting yang terus diperkuat: ketahanan digital dan keamanan informasi di lingkungan birokrasi.

Fondasi tersebut salah satunya dibangun melalui kegiatan Sosialisasi Peningkatan Kesadaran Keamanan Informasi yang digelar Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo Staper) Kutim di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, beberapa hari lalu.

Kegiatan ini menyasar aparatur sipil negara (ASN) sebagai pengguna utama sistem pemerintahan berbasis elektronik.

Kepala Diskominfo Staper Kutim, Ronny Bonar, menilai bahwa kemajuan teknologi telah membawa lompatan besar dalam efisiensi pelayanan publik.

Namun, tanpa diimbangi dengan keamanan yang memadai, kemajuan tersebut justru bisa menghadirkan risiko baru.

“Ancaman seperti pencurian data, penyalahgunaan akun, hingga serangan malware bisa menggangu layanan dan merusak kepercayaan publik. Bahkan, institusi pemerintah tidak lepas dari target pelaku serangan siber,” terangnya.

Ronny mengingatkan, kerentanan tidak hanya berasal dari perangkat atau jaringan, tetapi juga dari kelalaian manusia.

Karena itu, pihaknya menekankan pentingnya peningkatan literasi keamanan bagi ASN di seluruh perangkat daerah.

Dalam sosialisasi tersebut, peserta diperkenalkan prinsip cyber hygiene, yakni kebiasaan menjaga kebersihan digital dalam rutinitas kerja.

Kebiasaan itu di antaranya penggunaan kata sandi yang kuat dan berkala, pengelolaan akun dengan bijak, hingga kehati-hatian terhadap tautan dan file mencurigakan.

“Ini langkah sederhana namun sangat berpengaruh. Jika dilakukan konsisten, pertahanan siber pemerintahan akan jauh lebih kokoh,” kata Ronny.

Ia juga menggarisbawahi bahwa ASN memegang tanggung jawab moral untuk melindungi data pribadi masyarakat yang tersimpan di sistem pemerintah.

Sosialisasi ini diharapkan menjadi pemicu terbentuknya budaya keamanan informasi yang mengakar kuat di setiap unit kerja. (adv/prokopimkutim)

Posted in

Berita Lainnya

Baca Juga

FPK Kutim Tegaskan Peran sebagai Jembatan Harmoni di Tengah Masyarakat Majemuk

ASPIRASIKALTIM.COM, KALIORANG – Forum Pembauran Kebangsaan (FPK)…

Tingkatkan Profesionalisme Pengajar, Disdikbud Kukar Gelar MGMP Guru PPKn Tingkat SMP

MGMP PPKn (AK.Com) ASPIRASIKALTIM.COM, Kukar – Dinas…

SK Caretaker Abdillah Resmi Dicabut! Bung Rian satu-satunya KNPI Kukar yang legal

ASPIRASIKALTIM.COM – Ketua Dewan Pimpinan Daerah Komite…

Loa Janan Kembangkan Pola Tumpang Sari Jagung dan Sawit untuk Perkuat Ketahanan Pangan Daerah

ASPIRASIKALTIM.COM – Kecamatan Loa Janan terus berinovasi…

Transmigrasi Dinilai Jadi Motor Penggerak Pembangunan di Kutai Kartanegara

Foto : Asisten I Bidang Pemerintahan dan…

Pos Populer

Pengunjung

Pengunjung Hari Ini: [statistik_kunjungan stat=today_visitors]

Kunjungan Hari Ini:  [statistik_kunjungan stat=today_visits]

Total Pengunjung: [statistik_kunjungan stat=total_visitors]

Total Kunjungan: [statistik_kunjungan stat=total_visits]

Pengunjung Online: [statistik_kunjungan stat=online]