ASPIRASIKALTIM.COM – Proyek SPAM Regional Indominco di Kutai Timur (Kutim) bukan sekadar program air bersih, melainkan wujud sinergi strategis antara pemerintah daerah dan sektor industri.
Dengan nilai investasi mencapai Rp340 miliar, proyek ini diyakini akan menjadi fondasi baru bagi pertumbuhan ekonomi di wilayah Teluk Pandan.
Direktur Utama Perumdam Tirta Tuah Benua (TTB), Suparjan, mengatakan proyek ini menjadi model kerja sama publik-swasta yang saling menguntungkan.
“Industri dan masyarakat sama-sama membutuhkan air. Dengan kolaborasi ini, keberlanjutan pasokan dapat terjamin sekaligus menopang aktivitas ekonomi lokal,” ujarnya.
Dukungan datang dari PT Indominco Mandiri (IMM) yang menyediakan sistem void atau kolam bekas tambang sebagai sumber air baku.
Teknologi ini akan diolah melalui instalasi modern berkapasitas 249 liter per detik, dengan jaringan pipa transmisi 26 kilometer yang menghubungkan Teluk Pandan dan kawasan sekitar.
SPAM ini juga akan dilengkapi dua reservoir besar berkapasitas 200 dan 49 liter per detik.
Air yang dihasilkan nantinya akan didistribusikan ke ribuan rumah tangga serta ke kawasan industri di sekitar pesisir selatan Kutim.
Pembangunan SPAM Indominco menjadi momentum penting bagi Kutai Timur untuk memperkuat sektor dasar pelayanan publik sekaligus menarik investasi baru.
Teluk Pandan yang memiliki potensi wisata bahari dan sektor perikanan dinilai membutuhkan infrastruktur air bersih agar investor lebih percaya diri menanamkan modal.
“Air bersih bukan hanya untuk minum, tapi juga faktor penentu kelayakan investasi. Tanpa itu, sulit menarik industri baru,” kata Suparjan.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Pemkab Kutim menyambut baik proyek ini, karena sejalan dengan misi pembangunan berkelanjutan yang ramah lingkungan dan berbasis kolaborasi.
Dengan rencana operasional pada 2025, SPAM Indominco diharapkan menjadi model pengelolaan air bersih terpadu di kawasan industri dan pemukiman. (adv/prokopimkutim)











