ASPIRASIKALTIM.COM – Kabupaten Kutai Timur (Kutim) bersiap melahirkan komoditas unggulan baru yang berpotensi menembus pasar ekspor: pisang kepok grecek.
Upaya besar ini diperkuat dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Kredit Budidaya Pisang Kepok Grecek antara Bank Kaltimtara dan Koperasi Produsen Taruna Bina Mandiri, difasilitasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional Kalimantan Timur dan Utara (Kaltimtara).
Menurut Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, inisiatif tersebut merupakan langkah konkret memperkuat kemandirian ekonomi petani lokal.
“Kami ingin pisang kepok grecek menjadi kebanggaan Kutim. Dukungan pembiayaan ini membuka jalan menuju pasar nasional bahkan internasional,” ujarnya.
Ardiansyah juga menyebut Pemkab Kutim tengah menyelesaikan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) agar pisang kepok grecek memiliki merek terdaftar dan daya saing legal.
Sementara itu, Ketua Koperasi Priyanto menilai program kredit ini menjawab kendala klasik petani: permodalan.
“Kami menargetkan 250 hektare lahan produksi dengan hasil 3.200 ton per panen. Fokus kami adalah ekspor,” katanya.
Direktur Utama Bankaltimtara, Muhammad Yamin, menjelaskan skema pembiayaan telah disesuaikan dengan kemampuan petani, meliputi bunga rendah, tenor panjang, dan pendampingan usaha.
“Kami tidak ingin petani hanya menerima dana, tapi juga belajar mengelola bisnisnya,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari OJK Kaltimtara. Ketua Parjiman menegaskan model pembiayaan berbasis komunitas seperti ini dapat memperkuat rantai nilai pangan nasional.
“Kami berharap lebih banyak bank meniru langkah Bankaltimtara,” ungkapnya.
Dengan sinergi kuat lintas lembaga, pisang kepok grecek Kutim kian siap menjadi produk unggulan ekspor Kalimantan Timur, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan berbasis agribisnis. (adv/prokopimkutim)











