ASPIRASKALTIM.COM – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengklaim mampu mempercepat waktu tanggap penanganan kebakaran melalui pemasangan plat nomor darurat di Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan.
Program yang direalisasikan pada 2024 ini disebut sebagai bagian dari strategi mitigasi bencana di wilayah padat penduduk.
Plt Kepala Bidang Pencegahan Damkarmat Kutim, Adriansyah, menjelaskan, plat nomor darurat berisi Call Center Emergency Disdamkartan yang terhubung langsung ke pusat komando.
“Nomor ini berfungsi seperti layanan 911, sehingga laporan bisa diterima dan direspons lebih cepat,” ujarnya di Sangatta.
Sebanyak 860 plat dipasang di lokasi-lokasi yang dinilai kritis, seperti jalur gang sempit, lingkungan sekolah, masjid, dan pasar tradisional yang memiliki potensi kerawanan kebakaran cukup tinggi.
Menurut Adriansyah, sebelum ada program ini, petugas sering terlambat menerima laporan karena warga sibuk mencari nomor telepon yang bisa dihubungi.
“Panik itu kerap membuat masyarakat kehilangan fokus. Dengan plat yang terpampang jelas, mereka cukup melihat dan langsung menelpon,” imbuhnya.
Dampak lain yang terlihat adalah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya jalur komunikasi darurat.
Beberapa RT bahkan menginisiasi pemasangan plat serupa secara mandiri di lingkungan yang belum tersentuh program awal, sebagai bentuk perlindungan bersama.
Damkarmat Kutim menegaskan, keberadaan satu nomor terpusat memudahkan koordinasi.
Petugas di command center dapat memilah jenis kejadian, apakah kebakaran, kecelakaan, atau potensi gangguan keamanan, sebelum mengerahkan armada.
Atas hasil positif tersebut, Damkarmat telah menyusun rencana penambahan plat ke kecamatan lain pada 2025 dan 2026.
Adriansyah menyebut program ini sebagai contoh bahwa peningkatan kapasitas penanganan darurat tidak selalu membutuhkan teknologi rumit, tetapi cukup dengan sistem informasi yang jelas dan mudah diakses masyarakat. (adv/prokopimkutim)











