ASPIRASIKALTIM.COM, SANGATTA – Bagi Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim) H Mahyunadi, Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) bukan cuma urusan medali dan podium. Ia memandang ajang tersebut sebagai ruang memperkuat profesionalitas dan solidaritas di kalangan jurnalis Kalimantan Timur (Kaltim).
“Saya bahagia karena sinergi itu bisa diwujudkan melalui olahraga,” kata Mahyunadi saat melepas kontingen Porwada Kutim di halaman Kantor Bupati Kutim, Sangatta.
Di kesempatan yang sama, Ketua PWI Kutim H Wardi menyampaikan laporan sekaligus melempar gagasan besar: Kutim siap mengajukan diri sebagai tuan rumah Porwada Kaltim berikutnya. Gagasan itu dilontarkan di hadapan jajaran pemerintah daerah dan para jurnalis yang akan berlaga.
“Jika direstui, niat ini akan kami sampaikan kepada panitia besar di akhir Porwada nanti,” ujar Wardi.
Ia menjelaskan, seluruh peserta Porwada berasal dari kalangan wartawan yang telah mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Ketentuan itu bukan formalitas, tetapi bagian dari upaya menjaga standar etik dan kemampuan teknis jurnalis.
“Porwada wajib diikuti jurnalis ber-UKW, karena para juaranya akan mewakili Kaltim di Porwanas yang juga mensyaratkan hal yang sama,” tuturnya.
Wardi menambahkan, kesiapan Kutim sebagai tuan rumah bukan hanya soal stadion, lapangan, atau fasilitas pendukung. Solidaritas dan kekompakan jurnalis di daerah ini menjadi modal sosial yang penting bila dipercaya menanggung amanah tersebut.
Usulan itu disambut positif oleh Mahyunadi. Ia langsung mendorong Dinas Pemuda dan Olahraga melakukan pemetaan kebutuhan dan menyiapkan dukungan teknis. “Saya minta Kadispora menyiapkan apa saja yang dibutuhkan agar Kutim bisa menjadi tuan rumah Porwada,” tegasnya.
Porwada Kaltim 2025 merupakan edisi ketiga setelah dua kali digelar di Samarinda, sementara Bontang menjadi tuan rumah tahun ini. Kutim sendiri mengirim 29 jurnalis yang berlaga di delapan cabang, mulai futsal, bulutangkis, tenis meja, e-sport, hingga lomba jurnalistik. (adv/prokopimkutim)











