Program KEJAR di Kutim, Strategi Tutup Kesenjangan Literasi dan Inklusi Keuangan

9afa2cc168221109f8aa1dbe8002b224
Admin |

Nov 23, 2025

Enter description text here. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing. Quo incidunt ullamco.

364b

ASPIRASIKALTIM.COM, SANGATTA – Upaya mempersempit kesenjangan antara literasi dan inklusi keuangan di Indonesia kini menyentuh bangku sekolah di Kutai Timur. Melalui Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR), Pemerintah Kabupaten Kutim menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan perbankan untuk memastikan setiap pelajar memiliki rekening tabungan dan pemahaman dasar mengenai pengelolaan uang.

Dalam kegiatan peluncuran di Sangatta, Wakil Bupati Kutim Mahyunadi hadir mewakili Bupati. Turut menyemarakkan, unsur Forkopimda, perwakilan OJK Kaltim-Kaltara, pimpinan perbankan, serta tokoh pendidikan.

Mahyunadi menjelaskan, KEJAR menjadi bentuk konkret kolaborasi lintas sektor. Pemerintah daerah bersama Dinas Pendidikan Kebudayaan dan Kementerian Agama berkomitmen memasukkan materi edukasi keuangan dalam kurikulum atau kegiatan pembelajaran.

“Melalui program ini, pelajar diajak belajar mengelola uang saku, menyusun prioritas pengeluaran, dan memahami pentingnya menabung untuk masa depan. Ini pondasi yang akan membentuk generasi Kutim yang berdaya saing,” tutur Mahyunadi.

Perwakilan OJK, Adi Setyo, memaparkan bahwa program KEJAR merupakan bagian dari Aksi Pelajar Indonesia Menabung yang berpayung pada Keputusan Presiden Nomor 26 Tahun 2019 tentang Hari Indonesia Menabung. OJK menilai, dengan lebih dari 52 juta pelajar di Indonesia, kepemilikan rekening tabungan bisa menjadi kekuatan besar dalam memperluas basis keuangan formal dan meningkatkan stabilitas sistem keuangan nasional.

Adi menambahkan, saat ini selisih antara literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia masih sekitar 14,05 persen. Karena itu, pembukaan rekening harus dibarengi edukasi yang komprehensif, mulai dari pemahaman produk tabungan pelajar SimPel dan SimPel iB, hingga peningkatan kewaspadaan terhadap pinjaman online ilegal dan investasi bodong.

Ia mengingatkan, penggunaan layanan keuangan digital harus dilakukan secara bijak dengan selalu mengecek legalitas lembaga keuangan. Pemerintah Kutim berharap, pelaksanaan KEJAR bisa berkelanjutan dan memberi kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah melalui generasi muda yang mandiri, produktif, dan melek keuangan. (adv/prokopimkutim)

Berita Lainnya

Baca Juga

Bapenda Kutim Perkuat Literasi Pajak, Tekan Kebocoran Pendapatan Daerah

ASPIRASIKALTIM.COM — Dalam upaya meningkatkan kesadaran pajak dan…

Muara Kaman Fokus Kembangkan Pariwisata untuk Dorong Ekonomi Masyarakat

ASPIRASIKALTIM.COM – Pemerintah Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten…

Keluarga Cinta Lingkungan ala PWGT Jemaat Rama

ASPIRASIKALTIM.COM — Konsep gaya hidup keluarga yang cinta…

DPD KNPI Kukar Gelar Rakerda, Rumuskan Program Nyata untuk 3 Tahun ke Depan

ASPIRASIKALTIM.COM – Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional…

Pos Populer

Pengunjung

Pengunjung Hari Ini: [statistik_kunjungan stat=today_visitors]

Kunjungan Hari Ini:  [statistik_kunjungan stat=today_visits]

Total Pengunjung: [statistik_kunjungan stat=total_visitors]

Total Kunjungan: [statistik_kunjungan stat=total_visits]

Pengunjung Online: [statistik_kunjungan stat=online]