Razia Dua Kali Sebulan, Dinsos Kutim Siapkan Jalur Usaha bagi Gepeng dan Manusia Silver

9afa2cc168221109f8aa1dbe8002b224
Admin |

Nov 15, 2025

Enter description text here. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing. Quo incidunt ullamco.

396

ASPIRASIKALTIM.COM – Razia gelandangan pengemis (gepeng), badut, dan manusia silver di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) bukan lagi sekadar operasi penertiban sesaat.

Di balik razia yang rutin digelar dua hingga tiga kali dalam sebulan itu, Dinas Sosial (Dinsos) Kutim menyiapkan jalur pemberdayaan agar mereka bisa beralih profesi dan memiliki usaha mandiri.

Kepala Dinsos Kutim, Ernata Hadi Sujito, menjelaskan bahwa Satpol PP tetap menjadi pelaksana utama di lapangan. Mereka menyisir titik-titik keramaian yang kerap menjadi lokasi gepeng dan badut beraktivitas.

“Penertiban dilakukan sesuai standar operasional prosedur. Satpol PP yang menangkap, kemudian kami di Dinas Sosial membina mereka,” tuturnya saat dikonfirmasi lewat WhatsApp.

Usai terjaring, para gepeng tidak langsung dipulangkan. Dinsos melakukan asesmen terhadap tiap individu. Proses ini memetakan minat, potensi, dan kemampuan yang bisa dikembangkan.

“Dari asesmen itu kami susun pelatihan keterampilan dan pendampingan usaha. Kami ingin mereka bisa hidup lebih baik dan produktif,” papar Ernata.

Menurutnya, frekuensi razia bisa ditingkatkan bila laporan masyarakat menunjukkan peningkatan jumlah gepeng di beberapa area. Hal tersebut dilakukan agar ruang publik tetap tertib tanpa menghilangkan dimensi kemanusiaan.

“Semua kami pantau agar program berjalan efektif,” tambahnya.

Ernata menekankan, penanganan masalah sosial di jalan raya tidak bisa hanya mengandalkan penindakan.

Tanpa pemberdayaan, para gepeng berpotensi kembali menggelar aktivitas yang sama.

“Harapan kita setelah kita didik dia bisa mengembangkan hasil. Hasil dari pelatihan itu untuk usahanya,” kata dia.

Dengan strategi razia yang disambungkan ke program pelatihan dan usaha, Pemkab Kutim berharap mata pencaharian di jalan dapat bertransformasi menjadi kegiatan ekonomi yang lebih layak dan berkelanjutan bagi para penyandang masalah kesejahteraan sosial. (adv/prokopimkutim)

Posted in

Berita Lainnya

Baca Juga

Legenda Bidadari Pesona Ekowisata Kutim

ASPIRASIKALTIM.COM — Di Desa Selangkau, Kecamatan Kaliorang, Kutai…

Gubernur dan Wabup Kutim Tinjau Jalan Longsor

ASPIRASIKALTIM.COM – Tumpukan tanah longsor, jalan amblas, dan…

Kukar Perkuat Pengawasan TKA di Sektor Tambang, Kesbangpol: Harus Ada Sinergi Data dan Aksi

ASPIRASIKALTIM.COM – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar)…

Mengenal Lebih Dekat Olahraga Badminton: Sejarah, Aturan, dan Manfaatnya

Badminton adalah olahraga raket yang dimainkan oleh…

Disdukcapil Kukar Tingkatkan Pelayanan Online, Tetap Buka Saat Libur Lebaran

Teks Foto : Kepala Disdukcapil Kukar, Muhammad…

Pos Populer

Pengunjung

Pengunjung Hari Ini: [statistik_kunjungan stat=today_visitors]

Kunjungan Hari Ini:  [statistik_kunjungan stat=today_visits]

Total Pengunjung: [statistik_kunjungan stat=total_visitors]

Total Kunjungan: [statistik_kunjungan stat=total_visits]

Pengunjung Online: [statistik_kunjungan stat=online]