Sembilan Puskesmas di Kutim Jalani Evaluasi Menuju Layanan Ramah Anak

9afa2cc168221109f8aa1dbe8002b224
Admin |

Nov 13, 2025

Enter description text here. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing. Quo incidunt ullamco.

259

ASPIRASIKALTIM.COM – Upaya mewujudkan pelayanan kesehatan yang ramah terhadap anak terus diperkuat oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim).

Melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA), dilaksanakan kegiatan Evaluasi Pengisian Borang Puskesmas Ramah Anak yang diikuti sembilan puskesmas dari berbagai kecamatan.

Borang, atau formulir terstruktur berisi indikator penilaian, menjadi alat ukur utama dalam menilai kesiapan puskesmas.

Setiap peserta diuji dalam sembilan aspek, mulai dari kebijakan ramah anak, sarana dan prasarana, hingga mekanisme pelayanan yang menjamin hak-hak anak.

Kepala DPPPA Kutim Idham Chalid menjelaskan bahwa evaluasi ini tidak sekadar formalitas administrasi, melainkan langkah nyata membangun budaya pelayanan yang lebih manusiawi.

“Kami ingin memastikan puskesmas bukan hanya tempat berobat, tetapi juga ruang aman dan nyaman bagi anak-anak,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan program ini memerlukan dukungan lintas sektor, termasuk tenaga kesehatan, masyarakat, dan keluarga pasien.

“Semua pihak harus menjadi bagian dari upaya perlindungan anak,” tambahnya.

drg Nova Parannoan, anggota tim penilai, mengatakan evaluasi borang berfungsi sebagai cermin mutu layanan kesehatan.

“Formulir ini merekam sejauh mana nilai-nilai ramah anak diterapkan di lapangan,” jelasnya.

Sementara itu, Kabid Perlindungan Hak Anak DPPPA Kutim, Rita Winarni, menuturkan bahwa sembilan puskesmas yang mengikuti evaluasi adalah unit dengan kesiapan terbaik.

“Pemenang akan diajukan ke tingkat provinsi dan nasional sebagai contoh penerapan praktik baik,” ungkapnya.

Peserta dari Puskesmas Sangatta Selatan, Sri Wahyuni, mengapresiasi kegiatan ini.

Ia menilai proses evaluasi membantu puskesmas memperbaiki sistem pelayanan secara menyeluruh.

“Kami jadi lebih memahami pentingnya memperlakukan anak sebagai individu yang punya hak,” ujarnya.

Langkah ini diharapkan dapat mempercepat terwujudnya Kutim sebagai Kabupaten Layak Anak tingkat Nindya, sekaligus memastikan bahwa pelayanan kesehatan di Kutim semakin berdaya, inklusif, dan berpihak pada anak. (adv/prokopimkutim)

Posted in

Berita Lainnya

Baca Juga

DPRD Samarinda Kawal Renovasi SDN 020, Dorong Pemkot dan Pusat Segera Bertindak

ASPIRASIKALTIM.COM – Komisi IV DPRD Kota Samarinda…

Bupati Kukar Dorong PKK Perkuat Peran di Pendidikan dan Kesehatan Warga

ASPIRASIKALTIM.COM – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia…

Bupati Ardiansyah: Dana Desa Harus Dikelola Transparan dan Akuntabel

ASPIRASIKALTIM.COM – Peringatan tegas disampaikan Bupati Kutai…

DPRD Samarinda Desak Pemkot Perbaiki Tata Kelola Aset Daerah

ASPIRASIKALTIM.COM – Rencana pembangunan insinerator komunal di…

Pos Populer

Pengunjung

Pengunjung Hari Ini: [statistik_kunjungan stat=today_visitors]

Kunjungan Hari Ini:  [statistik_kunjungan stat=today_visits]

Total Pengunjung: [statistik_kunjungan stat=total_visitors]

Total Kunjungan: [statistik_kunjungan stat=total_visits]

Pengunjung Online: [statistik_kunjungan stat=online]