SINDaKRAF 2025, Strategi Kutim Perkuat Daya Saing Pelaku Ekonomi Kreatif

9afa2cc168221109f8aa1dbe8002b224
Admin |

Nov 19, 2025

Enter description text here. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing. Quo incidunt ullamco.

360b

ASPIRASIKALTIM.COM, SANGATTA – Upaya memperkuat daya saing pelaku ekonomi kreatif di Kabupaten Kutai Timur memasuki fase baru. Dinas Pariwisata Kutim resmi menggagas Aksi Perubahan SINDaKRAF 2025 (Sinergi Data Ekonomi Kreatif), sebuah program yang memadukan pendataan pelaku industri kreatif dengan perencanaan kebijakan berbasis data.

Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kutim, Akhmad Rifanie, menyebut SINDaKRAF sebagai pondasi awal pembentukan ekosistem kreatif yang lebih tangguh. Ia menegaskan, tanpa data yang memadai, sulit bagi pemerintah merancang program yang betul-betul menyentuh kebutuhan pelaku di lapangan.

“Kita perlu membangun basis data yang akurat dan terintegrasi agar program pengembangan ekonomi kreatif dapat berjalan efektif dan tepat sasaran,” ucapnya ketika memaparkan program tersebut dalam rapat bidang di Ruang Rapat Dinas Pariwisata Kutim.

Melalui SINDaKRAF, Dispar Kutim akan melakukan pemetaan pelaku ekonomi kreatif dari berbagai sektor: seniman pertunjukan, perajin kriya, pengusaha kuliner, desainer mode, hingga kreator konten digital. Pemetaan ini diharapkan menjadi pijakan dalam membentuk jejaring kolaborasi dan peluang kerja sama di seluruh wilayah Kutim.

Rifanie menjelaskan, sektor ekonomi kreatif tidak bisa dipisahkan dari pariwisata daerah. Kreativitas dan inovasi yang hadir melalui produk dan layanan kreatif menjadi nilai lebih yang membedakan Kutim dengan destinasi lainnya di Kalimantan Timur.

“Ekonomi kreatif adalah ruh dari pariwisata. Ia tidak hanya menghadirkan daya tarik tambahan bagi wisatawan, tetapi juga menjadi wadah ekspresi budaya lokal dan penciptaan lapangan kerja baru bagi masyarakat,” katanya.

Data yang terhimpun dalam sistem SINDaKRAF akan dimanfaatkan untuk merancang program pelatihan peningkatan kapasitas, dukungan promosi, serta kebijakan afirmatif yang lebih tepat sasaran. Dari sana, pemerintah berharap jejaring usaha kreatif kian kuat, pangsa pasar semakin luas, dan produk lokal Kutim bisa menembus pasar nasional hingga internasional. Dispar Kutim menekankan pentingnya partisipasi pelaku ekonomi kreatif dengan mendaftar melalui barcode resmi yang disediakan. (adv/prokopimkutim)

Berita Lainnya

Baca Juga

Kota Bangun Sebrang Perkuat Layanan Kesehatan Lewat Pembangunan Posyandu dan Rehabilitasi Polindes

ASPIRASIKALTIM.COM – Pemerintah Desa Kota Bangun Sebrang,…

Mahyunadi: Aparatur Kutim Harus Jemput Keluhan Warga

ASPIRASIKALTIM.COM, SANGATTA – Suasana siang di Polder…

Bupati Kukar Harap HMI dan Kohati Jadi Mitra Strategis dalam Pembangunan Daerah

ASPIRASIKALTIM.COM – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar)…

Didampingi Prabowo, Jokowi Sambut Kunjungan PM Singapura di Istana Bogor

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyambut kunjungan…

DPRD Samarinda Dorong Aturan TPU untuk Tekan Biaya Pemakaman

ASPIRASI KALTIM.COM – DPRD Kota Samarinda menegaskan…

Pos Populer

Pengunjung

Pengunjung Hari Ini: [statistik_kunjungan stat=today_visitors]

Kunjungan Hari Ini:  [statistik_kunjungan stat=today_visits]

Total Pengunjung: [statistik_kunjungan stat=total_visitors]

Total Kunjungan: [statistik_kunjungan stat=total_visits]

Pengunjung Online: [statistik_kunjungan stat=online]