ASPIRASIKALTIM.COM – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) menunjukkan komitmen kuat dalam menciptakan iklim investasi yang sehat.
Hal ini terlihat dari pertemuan koordinasi antara Pemkab Kutim dan PT Sinotrans Oversea Indonesia, perusahaan logistik berskala internasional yang berencana berinvestasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK).
Rapat yang dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan Seskab Kutim, Noviari Noor, dihadiri sejumlah instansi teknis seperti DPMPTSP, BPKAD, Bappeda, Bagian Hukum, dan PT MBTK.
Agenda utama membahas prosedur hukum dan teknis penyewaan lahan seluas dua hektare di kawasan Maloy untuk mendukung kegiatan operasional logistik.
Dalam rapat itu, Noviari menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan dunia usaha.
“Kita ingin ada keseimbangan. Pemerintah menjamin kepastian hukum, sementara investor membawa manfaat ekonomi. Semua harus berjalan sesuai regulasi,” katanya.
Sejumlah pandangan konstruktif mengemuka. Bagian Hukum menyoroti perlunya telaah terhadap Perbup Nomor 16 Tahun 2021, BPKAD membahas sistem pembayaran sewa, sedangkan DPMPTSP menekankan percepatan pelayanan bagi investor.
Dari pihak PT MBTK, dukungan penuh diberikan terhadap upaya pemerintah menyiapkan payung hukum yang kuat.
Perusahaan pengelola kawasan tersebut berjanji segera menyiapkan draf awal Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk dibahas bersama Pemkab Kutim.
Kesepakatan awal dicapai: skema kerja sama akan dituangkan dalam PKS sesuai Perbup 16/2021, dengan Bappeda, BPKAD, dan DPMPTSP menindaklanjuti penyusunan teknis.
Kehadiran Sinotrans diharapkan menjadi katalis pertumbuhan ekonomi Kutai Timur.
Sebagai pemain global di bidang logistik, Sinotrans memiliki pengalaman panjang dalam layanan transportasi laut dan pergudangan yang terintegrasi.
Dengan dukungannya, KEK Maloy bisa menjelma menjadi simpul logistik strategis di kawasan timur Indonesia. (adv/prokopimkutim)











