ASPIRASIKALTIM.COM – Keberhasilan mewujudkan pelayanan kesehatan ramah anak di Kutai Timur tak lepas dari sinergi kuat antara pemerintah daerah dan tenaga medis.
Melalui program Pelayanan Ramah Anak di Puskesmas (PRAP), Kutim kini bergerak cepat menuju status Kabupaten Layak Anak.
Program ini berawal dari pelatihan tenaga kesehatan di sembilan puskesmas Kutim yang dilaksanakan di Balikpapan.
Dalam kegiatan itu, petugas puskesmas dilatih memahami psikologi anak, etika komunikasi, dan teknik pelayanan yang menenangkan.
“Ketika anak merasa aman, pelayanan menjadi lebih efektif. Ini bukan hanya soal medis, tapi juga soal empati,” kata Fani, bidan dari Puskesmas Kaubun.
Kepala Dinas PPPA Kutim Idham Cholid menjelaskan, PRAP merupakan bagian integral dari strategi daerah untuk mendukung kebijakan nasional Indonesia Layak Anak 2030.
“Kami ingin puskesmas menjadi tempat anak merasa nyaman, bukan takut,” tegasnya.
Dukungan dari pemerintah pusat juga mengalir. Ety Sri Nurhayati dari Kementerian PPA RI menyebut hingga akhir 2024 sudah ada 4.109 puskesmas di Indonesia yang menginisiasi PRAP, dengan 80,9 persen di antaranya telah memiliki SK kepala daerah.
Program ini terbukti membawa dampak positif. Orang tua kini lebih percaya membawa anak mereka ke puskesmas. Rahma, warga Sangatta, mengaku terkesan dengan fasilitas baru.
“Ruang tunggu sekarang dilengkapi area bermain dan ruang laktasi. Anak saya tak lagi rewel,” ujarnya.
Melalui PRAP, Pemkab Kutim berupaya memastikan setiap fasilitas kesehatan ramah terhadap anak. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi langkah nyata menuju pemerintahan yang inklusif dan berorientasi pada kesejahteraan generasi penerus bangsa. (adv/prokopimkutim)











